MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Ini Analisis Pakar soal Mundurnya Airlangga dari Ketum Golkar

Publisher: Redaktur 13 Agustus 2024 3 Min Read
Share
Airlangga Hartarto bersama jajaran DPP Partai Golkar.
Airlangga Hartarto bersama jajaran DPP Partai Golkar.
Ad imageAd image

BANDUNG, Memoindonesia.co.id – Mundurnya Airlangga Hartarto dari kursi Ketua Umum Partai Golkar diduga terjadi karena faktor tekanan eksternal, dibandingkan internal. Hal ini dikatakan pakar politik Universitas Padjadjaran Firman Manan.

Firman mengatakan ada dua kemungkinan Airlangga mengundurkan diri. Pertama faktor internal dan kedua faktor eksternal. Jika terjadi tekanan dari kader Golkar, Firman menyebut, sebetulnya isu musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) sudah lama dan terjadi sebelum Pilpres.

“Tapi menariknya kalau itu tekanan muncul dari internal secara kinerja Pak Airlangga itu berhasil, ukurannya di Pileg dan Pilres. Di Pileg Golkar jadi pemenang kedua, termasuk di daerah-daerah, hari ini Partai Golkar paling banyak menduduki ketua DPRD, itu kan prestasi,” kata Firman seperti dikutip detikcom, Senin 12 Agustus 2024.

Baca Juga:  Ini Susunan Lengkap Pengurus DPP Golkar Era Ketum Bahlil

Firman mengungkapkan, dalam Pilpres, Golkar tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan berhasil memenangkan Prabowo-Gibran. Firman sebut, tidak cukup alasan kalau ada tekanan secara internal dan jika ada, itu bisa diselesaikan lewat Munas.

“Kemungkinan faktor eksternal, ini macam-macam, bisa soal kepentingan politik, karena ini momentum pilkada maka ada keputusan Golkar banyak dipengaruhi Pak Airlangga sebagai ketua umum, dalam menentukan kandidat misalnya atau bisa saja faktor tekanan luar terkait persoalan hukum. Kita tahu Pak Airlangga sempat dipanggil kejaksaan, ada kasus walaupun masih berstatus saksi,” ungkapnya.

“Kalau lihat momentum Pilkada dugaan saya faktor eksternal lebih kuat, berpengaruh terhadap pengunduran diri Pak Airlangga dibandingkan faktor internal,” tambahnya.

Baca Juga:  Kepengurusan Bahlil Hasil Munas Digugat ke PTUN, Adies Kadir: Semua Sudah Sesuai AD/ART

Selain itu, menurut Firman pascapengunduran diri Airlangga, tidak ada gejolak, misal loyalis Airlangga mengeluarkan pernyataan tentang sesuatu atau gerakan lainnya. Justru dilihat pengunduran diri ini untuk menjaga Golkar tetap solid dan Golkar tak alami masalah.

“Ini masih dugaan ya. Kepentingannya Golkar secara keseluruhan mau diselamatkan atau tidak, pilihannya dengan pengunduran diri Pak Airlangga,” jelasnya.

Disinggung terkait apakah ada pengaruh kepada rekomendasi calon kepala daerah di Pilkada 2024 usai ada pengganti Airlangga, Firman sebut hal tersebut tergantung kepentingan partai.

“Kalau saya sebut lebih konkret, Jawa Barat, seharusnya tidak ada perubahan karena itu yang disepakati oleh KIM. Tetapi bisa ada perubahan seperti Banten. Banten ini seperti berhadapan, Golkar di satu kubu, walaupun belum dapat tiket juga, tapi dia tidak bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju, kalau seperti itu bisa saja ada peninjauan, ” terangnya.

Baca Juga:  Soal Target Kursi Menteri di Kabinet, Bahlil Singgung Pernyataan Airlangga

Terkait, calon pengganti Airlangga mengerucut kepada Bahlin, Firman menjadi teringat lagi pada isu lama, salah satu opsi bagi Presiden Jokowi setelah selesai jadi presiden kalau mau tetap pengaruh politik harus bergabung dengan parpol dan parpol yang memiliki pengaruh signifikan.

“Kalau niscaya Bahlin, tidak bisa dilepaskan kedekatannya dengan Presiden Jokowi, apakah kemudian Pak Bahlil itu jadi proxy dari Pak Jokowi untuk kemudian gunakan Golkar sebagai wadah politiknya termasuk keluarganya ke depan dan itu dugaan yang muncul,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: Airlangga Hartarto, Banten, Firman Manan, Ketua Umum, Koalisi Indonesia Maju, Mundur, pakar politik, Partai Golkar, Pilkada, Universitas Padjadjaran
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Petugas Imigrasi Semarang melayani pembuatan paspor program layanan “Si Semar Paling Paten” pada Sabtu (2/5/2026).
Paspor Tak Lagi Ribet, “Si Semar Paling Paten” Diserbu Warga di HUT ke-479 Kota Semarang
2 Mei 2026
Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum
2 Mei 2026
May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam
2 Mei 2026
CEO Daeng Banna, Chandra, menyebut Surabaya sebagai “panggung besar” bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang cepat.
Daeng Banna Menggoda Lidah Surabaya, Kuliner Makassar Hadir Dekat Masjid Al Akbar, depan Puskesmas Gayungan
2 Mei 2026
May Day 2026, Buruh Sampaikan Tuntutan Daycare hingga Hapus Outsourcing ke Prabowo
2 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum
2 Mei 2026
May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam
2 Mei 2026
May Day 2026, Buruh Sampaikan Tuntutan Daycare hingga Hapus Outsourcing ke Prabowo
2 Mei 2026
Prabowo Dorong Potongan Tarif Ojol di Bawah 10 Persen, Gojek dan Grab Koordinasi
2 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Petugas Imigrasi Semarang melayani pembuatan paspor program layanan “Si Semar Paling Paten” pada Sabtu (2/5/2026).
Imigrasi

Paspor Tak Lagi Ribet, “Si Semar Paling Paten” Diserbu Warga di HUT ke-479 Kota Semarang

Hukum

Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, KAI Siap Dukung Proses Hukum

Hukum

May Day 2026, Polisi Amankan 101 Orang dan Sita Molotov serta Sajam

CEO Daeng Banna, Chandra, menyebut Surabaya sebagai “panggung besar” bagi pelaku usaha kuliner untuk berkembang cepat.
Gaya Hidup

Daeng Banna Menggoda Lidah Surabaya, Kuliner Makassar Hadir Dekat Masjid Al Akbar, depan Puskesmas Gayungan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?