BOGOR, Memoindonesia.co.id – MR (26), pelaku pembacokan suporter Persib Bandung atau Bobotoh hingga tewas di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ternyata dikenal gemar tawuran dan selalu membawa celurit ke mana pun pergi, Jumat 30 Oktober 2026.
Kapolres Bogor AKBP Arfan Zulkan Sipayung mengungkapkan, tersangka bukan bagian dari kelompok suporter sepak bola mana pun.
MR justru kerap mencari lawan untuk tawuran di kawasan Jembatan Hitam, Kecamatan Sukaraja.
“Berdasarkan keterangan tersangka, tersangka sering melakukan tawuran atau mencari lawan di wilayah Jembatan Hitam sekitar Jalan Raya Jakarta-Bogor pada malam itu,” kata Arfan, Kamis 29 Oktober 2026.
MR ditangkap di Jalan Raya Jakarta, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa 27 Oktober 2026. Dia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara atas pembacokan yang menewaskan ARK (16).
Arfan memastikan, aksi pelaku tidak berkaitan dengan rivalitas antarsuporter. MR merupakan pemuda yang kerap mengajak orang lain tawuran dan selalu menyiapkan senjata tajam.
“Saya pastikan bahwa tersangka bukan suporter klub mana pun. Jadi dia merupakan pemuda yang bisa dibilang untuk mengajak tawuran dan secara sengaja untuk menghabisi, karena mungkin melihat iringan, ya bisa dibilang dia selalu sudah ada ready senjata dia,” ungkapnya.
Polisi menyita sebilah celurit yang digunakan MR untuk menyerang korban. Berdasarkan pengakuannya, senjata tajam tersebut selalu dibawa ke mana pun dia pergi.
“Jadi pelaku ataupun tersangka ini selalu membawa celurit di badannya. Jadi sudah bisa dibilang sejak ada kejadian di daerah sana, dia sudah menyiapkan sendiri senjata tajam,” tuturnya.
Bacok Korban saat Bersama Istri
Arfan menjelaskan, sebelum pembacokan terjadi, MR sedang membeli makan bersama istrinya di sekitar lokasi kejadian.
Saat melihat iring-iringan sepeda motor melintas, tersangka spontan terpancing melakukan tawuran.
“Tersangka sedang bersama istrinya membeli makan di sekitar TKP (tempat kejadian perkara), lalu tersangka melihat iring-iringan sepeda motor di jalan raya, sehingga tersangka spontan terpancing melakukan aksi tawuran dengan membawa celurit dan menyerang korban,” bebernya.
Menurut Arfan, MR sudah sering melakukan atau mengajak orang lain tawuran. Namun, saat kejadian yang menewaskan ARK, tersangka hanya bersama istrinya tanpa membawa rombongan.
“Tapi kemarin karena tidak mengajak rombongannya, hanya mengajak istri, jadi sengaja langsung membacok korban tersebut,” jelasnya.
Kronologi Bobotoh Dibacok hingga Tewas
Polisi mengungkap peristiwa pembacokan bermula setelah korban dan sejumlah rekannya menyaksikan pertandingan sepak bola di kawasan Stadion Pakansari. Seusai pertandingan, mereka memutuskan pulang menggunakan motor.
Menurut keterangan saksi, dalam perjalanan mereka melihat rombongan pengendara sepeda motor yang sedang berkonvoi. Korban dan rekannya kemudian mengikuti iring-iringan tersebut.
“Kurang lebih setelah pertandingan, korban dan saksi memutuskan untuk kembali pulang. Selanjutnya, menurut keterangan saksi, mereka melihat rombongan kelompok yang sedang konvoi,” kata Arfan.
Saat melintas di Jalan Raya Jakarta-Bogor, rombongan tersebut berhenti. Korban kemudian turun dari sepeda motor yang ditumpanginya dan bergabung dengan pengendara lain di depannya.
“Pada saat berada di Jalan Raya Jakarta-Bogor, rombongan berhenti. Saat itu korban langsung turun dari motor saksi. Jadi istilahnya si korban ini langsung ikut naik motor bersama rombongan yang berada di depannya,” jelasnya.
Sementara itu, rekan korban melanjutkan perjalanan dan sempat memutar balik untuk membonceng orang lain.
Ketika ditanya mengenai keberadaan korban, saksi menyebut ARK ikut dengan rombongan lain.
Para saksi kemudian memutuskan pulang. Namun, dalam perjalanan mereka melihat kerumunan orang dan berhenti untuk memeriksa.
“Saat saksi turun dari sepeda motor dan mengecek kerumunan tersebut, ternyata korban tergeletak dengan keadaan luka. Lalu saksi menghubungi pihak kepolisian untuk penanganan lebih lanjut,” ungkap Arfan.
ARK selanjutnya dibawa ke RSUD Cibinong untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka yang dideritanya. HUM/GIT

