BOGOR, Memoindonesia.co.id – Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF alias GF (4), asal Bogor, Jawa Barat, sempat menghubungi keluarga untuk menyampaikan rencana merayakan ulang tahun sang anak sebelum keduanya diduga dibunuh Dwi Bagus, suami siri Dini, di Kota Madiun, Jawa Timur.
Kakak Dini, Rika (42), mengatakan komunikasi terakhir dengan adiknya terjadi pada 20 September 2026. Saat itu, Dini mengabarkan hendak merayakan ulang tahun GF dan menginap di hotel.
“Tanggal 20 (September) komunikasi terakhir, nelepon keluarga, bilang mau rayain ulang tahun anaknya, terus nginep dulu di hotel. Ya habis di hotel itu nggak ada kontak lagi, ke suaminya juga,” kata Rika saat ditemui di rumahnya di Puncak, Megamendung, Bogor, Senin 26 Oktober 2026.
Setelah komunikasi tersebut, keluarga kehilangan kontak dengan Dini dan anaknya. Karena tidak mengetahui keberadaan keduanya, keluarga sempat melaporkan mereka hilang ke polisi.
Rika mengungkapkan, Dwi Bagus juga sempat ikut bersama keluarga membuat laporan orang hilang.
“Iya sempat dilaporkan hilang. Iya (pelaku ikut buat laporan polisi),” kata Rika.
Ketua RW setempat, Hudri, menambahkan bahwa Dwi Bagus bersama Mia, adik kandung Dini, sempat mendatangi Polres Madiun untuk melaporkan hilangnya Dini dan GF.
Menurut Hudri, Mia berangkat ke Madiun untuk mencari kakaknya setelah tidak mendapat kabar sejak 20 September.
“Jadi suaminya itu, si pelaku maksudnya ikut lapor bareng sama Mbak Mia ke polisi Madiun. Mia ini yang pergi ke Jawa (Madiun) buat cari-cari kakaknya, karena nggak ada kabar kan setelah tanggal 20 itu. Mia datang ke sana, terus ajak suaminya Dini melapor ke Polres Madiun sana,” kata Hudri yang mendampingi Rika.
Dini dan GF kemudian diketahui tewas dalam kasus pembunuhan di Madiun. Keluarga berharap pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya atas kematian dua korban tersebut.
“Nyawa harus dibayar lagi nyawa, apalagi itu kan dua (korbannya). Iya (hukum seberat-beratnya), kalau nggak hukum mati saja sekalian, atau dimutilasi saja sekalian,” ujar Rika.
Rika menjelaskan, Dini dan Dwi Bagus menikah secara siri sekitar setahun lalu. Keduanya tinggal di Madiun setelah menikah di Kalimantan.
“Kurang lebih setahun. Menikahnya di Kalimantan, nggak di sini,” katanya.
Sebelum menikah dengan Dwi Bagus, Dini berstatus janda dan memiliki seorang anak dari pernikahan pertamanya.
Keluarga baru mengetahui kabar kematian Dini dan GF setelah mendapat informasi bahwa terduga pelaku telah ditangkap.
“Jadi dikasih tahu ada pelakunya ditangkap saja,” kata Rika. HUM/GIT

