AMERIKA SERIKAT, Memoindonesia.co.id – Harga makanan dan minuman di sejumlah lokasi penyelenggaraan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko menuai keluhan penggemar karena dinilai terlalu mahal, Senin, 15 Juni 2026.
Sorotan tidak hanya tertuju pada pertandingan di lapangan, tetapi juga biaya konsumsi yang harus dikeluarkan penonton di stadion maupun area FIFA Fan Festival.
Sejumlah penggemar yang hadir di SoFi Stadium mengaku terkejut setelah melihat daftar harga makanan dan minuman yang dijual selama turnamen berlangsung.
Salah satu yang paling banyak dikeluhkan adalah harga bir. Di beberapa lokasi penyelenggaraan, segelas bir berukuran 16 ons atau sekitar 473 mililiter dibanderol hingga 17,99 dolar AS atau sekitar Rp 320 ribu.
Sementara itu, harga bir impor dan craft beer bahkan mendekati Rp 340 ribu per gelas. Harga tersebut dianggap terlalu tinggi oleh banyak penggemar.
Tidak hanya minuman beralkohol, harga air mineral juga menjadi sorotan. Sebotol air dijual dengan harga antara 5,99 dolar AS hingga 7 dolar AS atau setara Rp 100 ribu sampai Rp 125 ribu.
Minuman ringan seperti Coca-Cola juga berada pada kisaran harga yang hampir sama. Kondisi ini dinilai memberatkan penonton, terutama saat pertandingan berlangsung dalam cuaca panas.
Selain itu, berbagai makanan ringan turut dijual dengan harga tinggi. Pretzel dibanderol sekitar 13,49 dolar AS atau setara Rp 241 ribu, sedangkan churros dijual sekitar 10,99 dolar AS atau sekitar Rp 196 ribu.
Buah potong dalam kemasan kecil juga dijual sekitar 6 dolar AS atau setara Rp 107 ribu.
Di Toronto, daftar menu yang beredar luas di media sosial menjadi viral karena harga yang dianggap tidak masuk akal. Dua paket hot dog dan dua minuman ringan dijual seharga 57,50 dolar AS atau lebih dari Rp 1 juta.
Menurut para penggemar, harga tersebut tidak ramah bagi penonton yang datang langsung ke stadion karena mereka juga harus mengeluarkan biaya besar untuk tiket pertandingan, transportasi, dan akomodasi.
Sebelumnya, FIFA juga mendapat sorotan terkait penerapan sistem dynamic pricing yang membuat harga tiket berubah mengikuti permintaan pasar. Kebijakan tersebut dinilai berpotensi membuat Piala Dunia semakin sulit dijangkau oleh penggemar dari kalangan menengah. HUM/GIT

