MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Dokter Forensik Ungkap Wanita Tewas Tergantung di Kebun Serang Diduga Bukan Bunuh Diri

Publisher: Redaktur 21 Mei 2026 3 Min Read
Share
Penemuan mayat wanita tergantung di kebun warga wilayah Cipocok Jaya, Kota Serang.
Ad imageAd image

SERANG, Memoindonesia.co.id – Dokter Forensik RS Bhayangkara Banten Donald Rinaldi mengungkap wanita yang ditemukan tewas tergantung di kebun wilayah Cipocok Jaya, Kota Serang, diduga bukan meninggal karena bunuh diri, Rabu 20 Mei 2026.

Donald menyampaikan hasil autopsi menunjukkan adanya sejumlah luka memar pada tubuh korban yang diperkirakan telah meninggal selama lima hari.

“Jadi pada saat digantung itu dia masih hidup, kemarin penyidik juga nanya apakah ini mengarah ke pembunuhan. Kalau pembunuhan nggak, tapi kalau gantung diri atau bunuh diri sih enggak juga, karena di tubuhnya banyak luka-luka, di lengan kanan itu banyak memar,” katanya.

Baca Juga:  Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan di Tol Makassar

Menurutnya, korban diduga meninggal akibat penganiayaan sebelum akhirnya ditemukan tergantung di pohon.

“Kalau bunuh apa bukan, saya bilang bukan bunuh diri. Kalau kemarin sama penyidik dia nanya apakah bisa dia mati karena dianiaya, saya bilang bisa. Tapi kalau saya lihat karena jeratan itu di leher sih,” ucapnya.

Selain itu, Donald juga menemukan kejanggalan pada simpul tali yang digunakan dalam peristiwa tersebut. Simpul pada bagian pohon merupakan simpul hidup, sedangkan simpul di leher korban merupakan simpul mati.

“Ya itu sebetulnya simpul hidup tali yang di pohonnya, nah yang di bawah kayak simpul mati. Artinya kalau dia jatuh melorot, itu enggak bisa, ada satu simpul mati, satu lagi simpul hidup. Biasanya simpul mati sih,” ujarnya.

Baca Juga:  Motif Dendam Pribadi Terungkap di Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus

Sebelumnya, seorang perempuan tanpa identitas ditemukan tewas tergantung di sebuah kebun rambutan di wilayah Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Kondisi mayat saat ditemukan sudah membusuk dan menghitam.

Kapolsek Cipocok Jaya AKP Juwandi mengatakan warga melaporkan penemuan mayat tersebut pada Senin 18 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

“Pada hari Senin sekira pukul 17.00 WIB, di kebun rambutan milik almarhum SN yang berada di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, telah ditemukan diduga mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya,” ujar Juwandi.

Menurut Juwandi, salah satu saksi bernama RN mendapat informasi dari anak-anak yang menemukan mayat tersebut di kebun warga.

Baca Juga:  Tiga Jenazah Korban Ambruknya Musala Ponpes Al Khoziny Diserahkan ke Keluarga

Setelah menerima laporan, saksi kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Ketua RT/RW setempat dan Polsek Cipocok Jaya Polresta Serang Kota. HUM/GIT

TAGGED: autopsi korban, bunuh diri, cipocok jaya, dokter forensik, donald rinaldi, kasus kematian, kebun rambutan, Mayat Wanita, Penganiayaan, polsek cipocok, RS Bhayangkara, wanita tergantung
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
MAKI Sebut Kepala Daerah Terjerat OTT KPK karena Biaya Politik Tinggi dan Sifat Serakah
4 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan
6 Juli 2026
Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup
6 Juli 2026
Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas
6 Juli 2026
Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik
4 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Jasad Bripda Nopandri Ditemukan 37 Kilometer dari Titik Hilang di Sungai Katingan

Hukum

Jenazah Aiptu Sumariyanto Ditemukan Mengapung di Sungai Katingan, Operasi SAR Resmi Ditutup

Hukum

Terduga Penyerang Polisi hingga Tewaskan Aipda Yudhi di Katingan Ditangkap saat Bersembunyi di Lanting Emas

Hukum

Wamendagri Bima Arya: OTT Kepala Daerah Bukan karena Gaji, Perlu Pembenahan Sistemik

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?