JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Dua jurnalis Republika Bambang Noroyono dan Thoudy Badai ditangkap tentara Israel (IDF) saat mengikuti kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional, Senin, 18 Mei 2026.
Wakil Pemimpin Redaksi (Wapemred) Republika Stevy Maradona menyampaikan masih sempat berkomunikasi dengan Thoudy melalui WhatsApp pada Senin 18 Mei 2026 siang.
“Komunikasi dengan Thoudy terakhir itu pukul 13.50 WIB, dia kasih update terkini situasi di kapalnya, kirim foto dan video juga. Dia sempat bilang kalaupun bakal dicegat IDF,” kata Stevy.
Ia menambahkan, setelah komunikasi tersebut, Thoudy tidak lagi dapat dihubungi dan hilang kontak dengan redaksi selama lebih dari enam jam.
Stevy juga menjelaskan Bambang Noroyono berada di kapal berbeda dan sempat mengirim video SOS serta foto kapal perang yang mendekat sebelum komunikasi terputus.
“Beberapa menit sebelum kirim video SOS, Abeng kirim foto dan video soal ada kapal perang yang mendekat,” ujarnya.
Hingga Senin malam, kedua jurnalis tersebut belum dapat dihubungi oleh pihak redaksi Republika.
Sebelumnya, dua jurnalis Republika itu dilaporkan ikut dalam rombongan kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang kemudian dicegat tentara Israel di perairan internasional.
Republika mengecam keras tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI juga mengecam tindakan Israel dan terus memantau kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi tersebut.
“Kementerian Luar Negeri mengecam keras tindakan Militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal,” kata Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang.
Kemlu juga mendesak Israel segera membebaskan seluruh kapal serta awak misi kemanusiaan dan memastikan bantuan dapat disalurkan ke Palestina. HUM/GIT

