SURABAYA, Memoindonesia.co.id — Kepala Kanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri, kembali menorehkan prestasi. Ia diganjar “PWI Jatim Award 2026” sebagai Tokoh Peduli Wakaf untuk Ibadah oleh Persatuan Wartawan Indonesia Jawa Timur.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam momentum Hari Pers Nasional dan HUT ke-80 PWI Jatim yang digelar di Dyandra Convention Center, Kamis (16/4) malam.
Asep mengaku penghargaan itu datang di luar dugaan. Bahkan, ia menyebut baru kali ini Badan Pertanahan Nasional (BPN) mendapat apresiasi dari PWI Jatim.
“Alhamdulillah, saya tidak menyangka. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” ujarnya usai acara.
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan selamat atas peringatan HPN dan HUT PWI Jatim, seraya menegaskan peran strategis insan pers sebagai jembatan informasi bagi publik.
Menurutnya, sinergi antara BPN dan media selama ini berjalan solid dan akan terus diperkuat, khususnya dalam pelayanan serta transparansi informasi kepada masyarakat.
Kiprah BPN Jatim di bawah kepemimpinannya memang tak bisa dipandang sebelah mata. Sejumlah penghargaan telah diraih, mulai dari apresiasi bidang sosial-keagamaan dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, hingga pengakuan dari berbagai pemerintah daerah atas percepatan program sertifikasi tanah.
Bahkan, Asep Heri mendapat gelar kehormatan dari kalangan kiai sepuh NU sebagai “Panglima Wakaf Jawa Timur”, berkat kontribusinya dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf dan rumah ibadah.
Selain itu, Kanwil BPN Jatim juga rutin menyabet penghargaan atas inovasi layanan publik, terutama melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang dinilai mampu mempercepat kepastian hukum atas tanah masyarakat.
Menurut Asep, deretan capaian tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan pengabdian.
“Khususnya dalam percepatan sertifikasi wakaf dan tempat ibadah di Jawa Timur, agar memiliki kepastian dan perlindungan hukum,” tegasnya.
Pada 2026, BPN Jatim menargetkan sertifikasi wakaf sebanyak 40.000 tempat ibadah. Angka ini memang lebih rendah dibanding capaian 2025 yang menembus 73.000 sertifikat, seiring semakin sedikitnya aset yang belum tersertifikasi.
Hingga kini, sekitar 1.500 sertifikat telah diserahkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
“Target tahun ini menurun karena jumlah rumah ibadah yang belum bersertifikat semakin sedikit. Kami optimistis bisa tercapai dengan dukungan semua pihak,” pungkasnya. HUM/BAD

