JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Harga bahan bakar minyak (BBM) global mengalami kenaikan akibat perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, namun pemerintah memastikan harga BBM di Indonesia belum mengalami penyesuaian, Selasa 31 Maret 2026.
Pakar studi energi Universitas Gadjah Mada, Dr Ir Rachmawan Budiarto, ST, MT, IPU, menyebut lonjakan harga minyak dunia berpotensi mengganggu ketahanan energi suatu negara, terutama jika pasokan menipis.
Menurutnya, terganggunya jalur perdagangan internasional menjadi faktor utama kenaikan harga BBM yang melampaui asumsi dalam anggaran negara, termasuk Indonesia yang berisiko terdampak gangguan pasokan.
“Kalau kita lihat pergerakan harga minyak saja sudah melewati asumsi yang digunakan dalam APBN, itu menunjukkan risiko ganggu pasokan sudah berada di depan mata,” kata Rachmawan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah belum akan menaikkan harga BBM di Indonesia dan meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
“Kami berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat dan kami berharap masyarakat tidak perlu panik,” jelasnya.
“Tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin. Dan harga tidak terjadi penyesuaian,” imbuhnya.
Selain itu, data Global Petrol Prices mencatat sekitar 85 negara telah mengalami kenaikan harga BBM sejak perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meletus pada 28 Februari 2026.
Beberapa negara di Asia Tenggara bahkan mencatat lonjakan signifikan, seperti Kamboja yang mengalami kenaikan hampir 68 persen dan Vietnam sekitar 50 persen.
Negara lain yang juga mengalami kenaikan antara lain Nigeria, Laos, Kanada, Pakistan, Maladewa, Australia, Amerika Serikat, dan Singapura dengan variasi kenaikan harga per liter sejak perang berlangsung.
Daftar 10 Negara dengan Kenaikan BBM Tertinggi sejak Perang Iran-AS
1. Kamboja
Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 atau Rp 18.875 per liter (Kurs Rp 17.010)
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,32 (Rp 22.446) per liter
2. Vietnam
Harga BBM sebelum perang: USD 0,75 (Rp 12.573) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,13 (Rp 19.215) per liter
3. Nigeria
Harga BBM sebelum perang: USD 0,59 (Rp 10.033) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 0,80 (Rp 13.604) per liter
4. Laos
Harga BBM sebelum perang: USD 1,34 (Rp 22.786) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,78 (Rp 30.268) per liter
5. Kanada
Harga BBM sebelum perang: USD 1,16 (Rp 19.725) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,30 (Rp 22.106) per liter
6. Pakistan
Harga BBM sebelum perang: USD 0,92 (Rp 15.644) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,15 (Rp 19.555) per liter
7. Maladewa
Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,04 (Rp 17.685) per liter
8. Australia
Harga BBM sebelum perang: USD 1,11 (Rp 18.875) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,31 (Rp 22.276) per liter
9. Amerika Serikat
Harga BBM sebelum perang: USD 0,87 (Rp 14.794) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 1,01 (Rp 17.175) per liter
10. Singapura
Harga BBM sebelum perang: USD 2,16 (Rp 36.730) per liter
Harga BBM setelah dimulainya perang: USD 2,50 (Rp 42.512) per liter. HUM/GIT

