GRESIK, Memoindonesia.co.id — Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik justru mendapat “sidak” langsung dari jajaran pejabat tinggi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Senin, 23 Maret 2026.
Sidak ini untuk memastikan pelayanan tetap berjalan tanpa kompromi. Libur panjang keagamaan tak menjadi alasan layanan pertanahan melambat. Kakantah Kabupaten Gresik, Rarif Setiawan dan jajaran ikut menyambut rombongan.

Kunjungan kerja ini dipimpin Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Lampri, bersama Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan (PSKP) Iljas Tedjo Prijono.
Ikut serta dalam sidak, Direktur Pengukuran dan Pemetaan Kadastral. Turut mendampingi, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur Asep Heri dan Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Jawa Timur.
Monitoring dan evaluasi ini difokuskan pada pelaksanaan Pelayanan Pertanahan Terbatas selama momentum Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2026. Pesannya tegas: pelayanan publik tidak boleh ikut “libur”. Seluruh aspek diperiksa, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sistem layanan, hingga sarana dan prasarana pendukung.
Dirjen PPTR Lampri menegaskan, kehadiran negara dalam layanan pertanahan harus tetap terasa, terutama di momen ketika masyarakat justru memiliki waktu untuk mengurus kebutuhan administrasi.
“Jangan sampai negara absen saat masyarakat membutuhkan. Justru di masa libur seperti ini, kita harus hadir lebih sigap, memastikan layanan tetap cepat, transparan, dan tanpa hambatan,” tegasnya di sela peninjauan.
Pelayanan terbatas yang dibuka tetap menyasar kebutuhan mendesak masyarakat, khususnya pemohon tanpa kuasa. Layanan itu meliputi konsultasi dan informasi pertanahan, pemutakhiran data digital sertipikat lama, penerimaan berkas, hingga penyerahan produk layanan.
Langkah ini menjadi bukti bahwa ATR/BPN tetap menjaga denyut pelayanan publik, bahkan di tengah hari libur nasional.
Dalam arahannya, para pimpinan menekankan bahwa integritas, profesionalisme, dan kecepatan respons bukan sekadar slogan. Ketiganya menjadi standar mutlak yang harus dijaga di lapangan.
Di saat yang sama, inovasi dan kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat juga didorong agar kualitas layanan terus meningkat.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, tetapi dorongan langsung bagi jajaran Kantor Pertanahan Kabupaten Gresik untuk bekerja lebih tajam, cepat, dan transparan.
Dengan pengawasan langsung di lapangan, pelayanan pertanahan diharapkan semakin akuntabel dan benar-benar berpihak pada kepuasan masyarakat. HUM/BAD

