JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi mengungkap pelaku pembunuhan perempuan berinisial DA (37) di kontrakan Jalan Daman I, Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, yang dilakukan eks suami siri WN Irak bernama Fuad karena motif cemburu, Senin 23 Maret 2026.
Pelaku sempat melarikan diri usai menyayat leher korban, namun berhasil ditangkap polisi saat berada di dalam bus di rest area Tol Tangerang-Merak Km 68 pada 21 Maret 2026 pukul 12.49 WIB.
Menurut Panit 2 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, AKP Fechy J Atupah, motif pembunuhan diduga dipicu rasa cemburu pelaku terhadap korban.
“Iya, berdasarkan pemeriksaan yang kami lakukan kepada pelaku, dugaan karena rasa cemburu. Ini karena pemeriksaan pelaku ya, kalau dari pihak saksi-saksi keluarga korban belum,” ujarnya.
Selain itu, korban dan pelaku diketahui menikah siri dan kerap terlibat cekcok dalam beberapa hari terakhir karena dugaan hubungan korban dengan pria lain.
“Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain,” ujarnya.
Sementara itu, pada 20 Maret 2026, pelaku melihat korban bersama pria lain di sebuah bazar Ramadan dan sempat terjadi pertengkaran sebelum keduanya berpisah.
Ia menambahkan, pelaku kembali mendatangi korban pada malam hari sekitar pukul 22.00 WIB dan mendapati korban bersama pria tersebut di dalam kos, sehingga terjadi cekcok.
“Kemudian pelaku diusir, suruh pulang sama korban. Pelaku pun pulang ke kosnya,” ujarnya.
Setelah itu, pelaku kembali ke tempat korban dalam kondisi emosi dan terjadi pertengkaran yang berujung pada aksi kekerasan.
“Pelaku sempat mencekik korban. Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban,” ujarnya.
Menurutnya, hubungan keduanya telah merenggang sejak Oktober 2025 dan keluarga korban telah meminta pelaku untuk menjatuhkan talak, namun ditolak.
“Sudah diminta untuk melakukan talak tapi berdasarkan pengakuan pelaku dia tidak mau,” ujarnya.
Ia menambahkan, terdapat perbedaan keterangan antara pelaku dan keluarga korban terkait status hubungan keduanya yang akan didalami lebih lanjut oleh penyidik.
Selain itu, pisau yang digunakan pelaku ditemukan di lokasi kejadian dan tidak dibawa saat melarikan diri.
“Disimpan di atas tumpukan sepatu,” ujarnya.
Sementara itu, pelaku mengaku hendak kabur ke Sumatera untuk menjauhi lokasi kejadian, namun tidak memiliki tujuan pasti.
“Dia berusaha menjauh dari TKP,” ujarnya.
Saat diamankan, pelaku bersikap kooperatif dan tidak melakukan perlawanan.
“Pada saat pengamanan, pelaku kooperatif, tidak melawan, kita bawa langsung ke kantor,” ujarnya. HUM/GIT

