JAKARTA, Memoindonesia.co.id – KPK mengungkap isi goodie bag berisi uang tunjangan hari raya (THR) yang diduga berasal dari pemerasan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman kepada sejumlah kepala dinas untuk dibagikan kepada jajaran forkopimda, Sabtu 14 Maret 2026.
Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan nilai uang dalam setiap goodie bag bervariasi.
“Per goodie bag-nya itu antara Rp 100 sampai 50 juta. Ada yang 100 ada yang 50 gitu ya, jadi masing-masing Forkopimda itu berbeda. Ada juga yang 20. Tadi itu ada enam goodie bag kayaknya, enam goodie bag ada yang 100, 100, 50, 50, ada yang 20,” kata Asep Guntur Rahayu saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta Selatan.
Menurutnya, Bupati Syamsul sebelumnya telah memasang target setoran dari perangkat daerah untuk memenuhi kebutuhan THR tersebut.
“Sejumlah uang dari tiap perangkat daerah di Kabupaten Cilacap dengan ‘target setoran’ mencapai Rp 750 juta,” ujarnya.
Asep menjelaskan setiap satuan kerja perangkat daerah awalnya diminta menyetor uang antara Rp 75 juta hingga Rp 100 juta.
Namun dalam realisasinya, jumlah setoran dari tiap perangkat daerah bervariasi mulai Rp 3 juta hingga Rp 100 juta.
“Pada awalnya setiap satuan kerja (satker) ditarget untuk bisa menyetor uang Rp 75 juta sampai Rp 100 juta. Meskipun pada realisasinya setoran yang diterima beragam, mulai Rp 3 juta hingga Rp 100 juta per perangkat daerah,” ungkap Asep.
Dalam perkara ini, KPK menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman bersama Sekda Kabupaten Cilacap Sadmoko Danardono sebagai tersangka dugaan pemerasan.
Keduanya disangkakan melanggar Pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. HUM/GIT


