JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menggeledah tiga lokasi di Jakarta dan Depok terkait penyidikan dugaan korupsi mark up migrasi Unit Pembangkitan Suralaya Unit 3 dari 500 kV ke 150 kV pada PT PLN Indonesia Power Tahun Anggaran 2024, Kamis 26 Februari 2026.
Kasi Penkum Dapot Dariaman mengungkapkan tiga lokasi yang digeledah yakni PT High Voltage Technology di Gedung Office 88 Kota Kasablanka Lantai 32, sebuah rumah di Pancoran Mas Kota Depok, dan rumah di kawasan Lebak Bulus Jakarta Selatan.
“Bidang Tindak Pidana Khusus dan Bidang Intelijen Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta telah melaksanakan kegiatan penggeledahan dalam rangka penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi mark up kegiatan Migrasi Unit Pembangkitan Suralaya Unit 3 Dari 500 kV Ke 150 kV Pada PT. PLN Indonesia Power Tahun Anggaran 2024 dengan nilai pagu Rp. 219.204.394.976, yang dilaksanakan oleh PT. High Voltage Technology dengan nilai kontrak Rp. 177.552.218.661. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Penggeledahan Nomor: PRINT-07/M.1/Fd.1/02/2026 tanggal 24 Februari 2026,” kata Dapot kepada wartawan, Jumat 27 Februari 2026.
Dari penggeledahan tersebut, tim penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang elektronik yang berkaitan dengan perkara.
“Dari hasil penggeledahan tersebut, tim penyidik telah melakukan penyitaan terhadap sejumlah barang bukti berupa dokumen dan barang elektronik yang dianggap perlu dan berkaitan guna untuk kepentingan penyidikan dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi,” ujar Dapot.
Menurutnya, penyitaan barang bukti dilakukan untuk membuat terang perkara yang sedang ditangani. Penggeledahan tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel.
“Tindakan pengumpulan dan penyitaan barang bukti tersebut merupakan bagian dari proses penegakan hukum yang dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel sebagai wujud komitmen Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” tuturnya. HUM/GIT


