JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Sekretaris Kemendikbudristek periode 2019–2024, Deswitha Arvinchi, mengaku bertugas mengingatkan mantan Menteri Nadiem Anwar Makarim untuk mentransfer dana tambahan ke para staf khususnya. Uang tambahan tersebut berasal dari dana pribadi Nadiem.
Pengakuan Deswitha disampaikan saat menjadi saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin 23 Februari 2026. Terdakwa dalam perkara ini ialah Nadiem Anwar Makarim.
“Tugas saya itu mengatur jadwal menteri, terus juga mengkoordinasikan segala hal terkait kedinasan,” kata Deswitha saat ditanya jaksa mengenai tugasnya.
Selain mengatur jadwal, Deswitha juga menyampaikan bahwa ia bertugas mengingatkan Nadiem untuk mentransfer dana tambahan kepada para staf khusus. Pada masa Nadiem menjabat, terdapat lima staf khusus.
“Dan ada tiga staf khusus lainnya, karena staf khususnya lima,” ujar Deswitha ketika ditanya lebih lanjut oleh jaksa.
Jaksa kemudian mendalami sumber dana tambahan tersebut. Deswitha menegaskan bahwa uang itu berasal dari rekening pribadi Nadiem.
“Sumber duitnya dari mana?” tanya jaksa.
“Dari rekening pribadi Pak Menteri, dana pribadi,” jawab Deswitha.
Dalam perkara ini, Nadiem didakwa melakukan korupsi terkait pengadaan laptop Chromebook yang disebut menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 2,1 triliun. Nadiem sebelumnya mengajukan eksepsi, namun ditolak hakim, sehingga sidang dilanjutkan ke tahap pembuktian. HUM/GIT


