JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Pesan tegas dilontarkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, saat melantik 31 pejabat struktural di lingkungan Kementerian ATR/BPN, Rabu, 18 Februari 2026. Di hadapan para pejabat baru, ia menggarisbawahi satu hal: pelayanan pertanahan tak boleh lagi berbelit.
“Permudahlah urusan rakyat, jangan dipersulit. Orientasi pejabat publik hanya satu: pelayanan yang baik,” tegas Nusron di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.
Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan. Nusron menuntut perubahan kultur birokrasi, dari lamban dan prosedural menjadi cepat, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.
Menurutnya, tantangan pelayanan pertanahan di era modern bukan hanya soal legalitas, tetapi juga kecepatan dan kepastian.
“Output-nya harus jelas: pemohon merasa puas. Di era sekarang, kecepatan dan kepastian adalah kebutuhan,” ujarnya.
Empat Pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik antara lain sebagai Dirjen Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP), sebagai Dirjen Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), sebagai Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, serta sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Kawasan.
Selain itu, enam pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan 21 Pejabat Administrator turut diambil sumpahnya.
Namun Nusron mengingatkan, percepatan pelayanan tidak boleh mengorbankan akuntabilitas. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dan kepatuhan pada aturan agar setiap produk hukum pertanahan kuat secara administratif maupun yuridis.
“Kalau digugat di pengadilan, kita harus siap dan yakin menang, karena prosedurnya sudah benar,” tandasnya.
Dalam prosesi tersebut, Arief Muliawan mewakili pejabat terlantik membacakan Pakta Integritas, disaksikan Inspektur Jenderal dan Dirjen Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (SPPR) .
Pelantikan turut dihadiri Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN serta Plt. Wakil Jaksa Agung .
Dengan komposisi pejabat baru ini, publik kini menanti: apakah pelayanan pertanahan benar-benar akan dipermudah, atau pesan tegas Menteri Nusron hanya berhenti sebagai seremonial pelantikan. HUM/BAD


