TUBAN, Memoindonesia.co.id – Viral sebuah video di media sosial yang menunjukkan dugaan praktik curang oknum pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tuban yang mengubah pelat nomor kendaraan dinas demi mendapatkan BBM bersubsidi, Minggu 15 Februari 2026.
Aksi tersebut terekam kamera warga dan diduga terjadi di stasiun pengisian bahan bakar umum Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban.
Dalam rekaman video tersebut, tampak mobil dengan nomor polisi S-1814-EP sedang mengisi Pertalite menggunakan pelat berwarna hitam.
Berdasarkan data kendaraan, nomor polisi tersebut merupakan alokasi resmi untuk kendaraan dinas milik Pemkab Tuban yang seharusnya menggunakan pelat merah.
Menanggapi viralnya video itu, Sekda Tuban Budi Wiyana mengaku belum menerima laporan detail mengenai unit mana yang terlibat dalam aksi tersebut.
Namun ia menegaskan bahwa tindakan mengubah identitas kendaraan dinas merupakan pelanggaran aturan yang tidak bisa dibenarkan.
“Makanya nanti kita lihat dulu lah. Kalau dari sisi aturan, mengganti pelat jelas tidak boleh. Saya tidak hafal satu per satu nomor lambungnya, apalagi empat angka,” ujar Budi Wiyana.
Sementara itu, Kapolres Tuban AKBP Alaiddin menegaskan bahwa secara aturan hukum mengubah atau memalsukan tanda nomor kendaraan bermotor memiliki konsekuensi pidana.
Pihak kepolisian akan melakukan pendataan terlebih dahulu terhadap kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran tersebut.
“Kami akan mendata terlebih dahulu. Langkah awal kami bersifat persuasif dan akan berkolaborasi serta berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait penggunaan pelat nomor ini,” tegas Alaiddin. HUM/GIT


