MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Sidang Tipikor PN Medan, Eks Kapolres Tapsel Akui Utang Budi ke Pengusaha Galian C

Publisher: Redaktur 24 Januari 2026 4 Min Read
Share
Eks Kapolres Tapsel Yasir Ahmadi memberikan keterangan sebagai saksi di sidang PN Medan.
Ad imageAd image

MEDAN, Memoindonesia.co.id – Eks Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Yasir Ahmadi dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus korupsi proyek jalan di Sumatera Utara dengan terdakwa Topan Ginting dan Rasuli Siregar di Pengadilan Negeri Medan, Jumat 23 Januari 2026.

Dalam persidangan tersebut, AKBP Yasir Ahmadi mengaku pernah bertemu dengan Kadis PUPR nonaktif Topan Ginting dan Direktur Utama PT Dalihan Na Tolu Group Muhammad Akhirun Piliang.

“Kami ketemu pak Topan dan pak Kirun di kantornya beliau, bulan Mei 2025. Saya yang menghubungi Topan atas permintaan pak Kirun katanya mau urus galian C. Kami dikasih kesempatan pak Topan, sekaligus saya ada tugas ke Medan, jadi kami jumpai,” ucap Yasir.

Ia menyebut pertemuan itu dilakukan untuk membahas pengurusan izin galian C milik Akhirun yang belum terurus.

“Pak Kapolres, tolong ketemukan sama pak Kadis, beliau kan juga Kadis ESDM. Saya mau urus galian C saya yang nggak terurus,” tambahnya.

Baca Juga:  Fantastis! Kadis PUPR Sumut Diduga Dapat 'Jatah' Rp 8 Miliar dari Proyek Jalan

Selain itu, Yasir mengaku Akhirun sempat mendatangi rumahnya di Medan untuk membahas permohonan izin tersebut.

“Kirun datang ke rumah saya di Medan. Setelah saya pulang dari Polda dia ke rumah, saya ajak ngopi di sana. Nah di situlah dia minta izin dikeluarkan, saya hanya didatangi beliau terkait minta izin,” ujarnya.

Menurut Yasir, dalam pertemuan selanjutnya Topan Ginting dan Akhirun Piliang sempat berdebat mengenai urutan penerbitan izin dan pembayaran uang reklamasi.

“Setelah ketemu di situ, Topan dengan Kirun berdebat, apakah dikeluarkan uang reklamasi dulu atau izin dulu dikeluarkan. Lalu dalam pertemuan dibahas tentang galian C dan viral rumah pak Topan serta membahas anaknya yang sakit,” katanya.

Yasir juga mengaku pernah bertemu dengan terdakwa Rasuli Siregar, namun tidak terjadi komunikasi karena tidak saling mengenal.

Baca Juga:  Pembakaran Rumah Wartawan Karo, Keluarga Korban Lapor ke Puspomad

“Saya sempat jumpa sama pak Rasuli, saya nggak terlalu kenal jadi nggak tahu mau bahas apa. Pada saat survei pertama di lokasi jalan pak Kirun tidak turun. Kirun turun survei kedua,” imbuhnya.

Ia menegaskan tidak mengetahui adanya pembahasan proyek jalan dalam pertemuan yang berlangsung di Grand City Hall, Medan.

“Sependengaran saya di situ nggak ada bahas masalah jalan. Pertemuan ini di Grand City Hall. Lalu, habis maghrib yang dibahas soal galian C,” tandasnya.

Ketika ditanya jaksa penuntut umum KPK mengenai pembahasan proyek jalan, Yasir menyebut dirinya telah keluar dari ruang pertemuan.

“Dalam pertemuan saya keluar dan pertemuan selanjutnya keluar juga. Memang nggak ada masalah itu dibahas pak, cuma bahas galian C,” ujarnya.

Baca Juga:  Polri Cek Lokasi PON XXI di Sumut soal Dugaan Penyelewengan, Ini Kata Menpora

Yasir juga menjelaskan kedekatannya dengan Akhirun terkait tugasnya sebagai Kapolres dalam menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan Batu Jomba, Tapsel.

“Kami kalau jaga 24 jam jalan itu nggak kuat, ketika material batu runtuh, longsor dan kecelakaan, kami sering minta tolong ke pak Kirun untuk memperbaikinya. Saya berutang budi kepada pak Kirun, beliau sering membersihkan material jalan tanpa dibayar negara hingga sekarang,” tegasnya.

Selain itu, Yasir menyebut Akhirun pernah mengurus galian C di kawasan Batang Toru, meski ia tidak mengingat nama perusahaan yang digunakan.

“Kirun ngurus galian C, tapi nama perusahaannya aku tidak ingat. Letaknya di Batang Toru. Saya nggak tahu nama PT-nya. Setiap pertemuan di kafe yang melakukan payment saya, tapi kalau pertemuan di Grand Aston saya nggak tahu,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: galian c, kapolres tapsel, Korupsi jalan, Medan, PN Medan, rasuli siregar, sidang tipikor, Sumut, Topan Ginting, yasir ahmadi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
24 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi
24 Januari 2026
Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan
24 Januari 2026
Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Jakarta Masih Menyisakan Tanda Tanya
24 Januari 2026
KPK Panggil Eks Menpora Dito Ariotedjo Jadi Saksi Kasus Korupsi Kuota Haji
23 Januari 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep
24 Januari 2026
Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi
24 Januari 2026
Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan
24 Januari 2026
Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Jakarta Masih Menyisakan Tanda Tanya
24 Januari 2026
Ad imageAd image

TERPOPULER

Relawan Agam Rinjani Turun Bantu Operasi SAR ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Pangkep
22 Januari 2026
Terdakwa Migor M Syafei Curhat Ribut dengan Istri Akibat Pertanyaan Penyidik
22 Januari 2026
Kajari Sampang Fadilah Helmi Dibawa ke Jakarta untuk Pemeriksaan Kejaksaan Agung
22 Januari 2026
Kisah Video Call Terakhir Olen Pramugari ATR 42-500 dengan Kakaknya
23 Januari 2026

Baca Berita Lainnya:

Peristiwa

Basarnas Fokus Evakuasi Komponen Penting Pesawat ATR 42-500 di Pangkep

Korupsi

Eks Menpora Dito Ariotedjo Diperiksa KPK Terkait Kunjungan Kerja ke Arab Saudi

Nasional

Viral WNI Kezia Syifa Jadi Tentara AS, Orang Tua Ungkap Status Kewarganegaraan

Hukum

Kematian Selebgram Lula Lahfah di Apartemen Jakarta Masih Menyisakan Tanda Tanya

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?