PANGKEP, Memoindonesia.co.id – Dua pendaki Gunung Bulusaraung, Reski dan Muslimin, menyaksikan langsung detik-detik jatuhnya pesawat ATR 42-500 saat berada di puncak gunung di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Sabtu 17 Januari 2026.
Reski mengaku kejadian tersebut menjadi pengalaman paling mendebarkan dalam pendakian perdananya di Gunung Bulusaraung bersama Muslimin.
“Baru pertama kali di Bulsar. Temanku bilang kayak mimpi rasanya. Kaget begitu. Temanku langsung refleks tarik. Temanku juga baru pertama ke Bulsar,” ujar Reski.
Ia menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 12.30 Wita ketika dirinya dan Muslimin baru tiba di puncak dan hanya mereka berdua yang berada di lokasi tersebut.
Saat itu, keduanya sedang duduk santai sebelum mendengar suara pesawat dari kejauhan yang perlahan semakin mendekat.
“Saya duduk-duduk sama temanku di atas puncak. Baru ada suara pesawat dari jauh. Tidak tahu dari arah mana. Saya kira pesawat lewat, ternyata suaranya makin dekat,” tutur Reski.
Tak lama kemudian, keduanya melihat ledakan di balik kabut yang menyelimuti puncak gunung disertai api dan suara dentuman keras.
“Terus suaranya makin dekat, baru saya lihat kayak meledak, langsung ada api, berhamburan ke atas. Serpihannya hampir kena karena terbang ke atas,” ucapnya.
Reski dan Muslimin menyebut serpihan pesawat sempat mengarah ke posisi mereka sehingga keduanya langsung berupaya menyelamatkan diri. HUM/GIT


