MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kiai Sepuh NU Minta Rapat Pleno Penetapan PJ Ketum PBNU pada 9 Desember Dibatalkan

Publisher: Redaktur 7 Desember 2025 2 Min Read
Share
Gus Yahya seusai mengikuti pertemuan bersama kiai sepuh dan Mustasyar NU di Ponpes Tebuireng Jombang.
Ad imageAd image

JOMBANG, Memoindonesia.co.id – Para kiai sepuh dan Mustasyar NU menggelar pertemuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, untuk menyikapi dinamika di PBNU dan meminta agar rapat pleno penetapan PJ Ketum PBNU pada 9 Desember 2025 dibatalkan.

Juru Bicara Forum Sesepuh dan Mustasyar NU Abdul Mu’id menyampaikan bahwa para kiai sepuh berharap agar pleno penetapan PJ Ketum PBNU yang dijadwalkan digelar pada 9 Desember 2025 tidak dilakukan.

Ia menyebutkan bahwa harapan tersebut telah tertuang dalam kesimpulan Forum Sesepuh dan Mustasyar yang digelar di Ponpes Tebuireng sejak siang hingga sore.

Forum yang diinisiasi Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin tersebut menghadirkan Ketum PBNU Gus Yahya dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Baca Juga:  Ziarah ke Makam Pendiri NU di Jombang, Risma Didampingi Gus Hans

Karena KH Miftachul Akhyar berhalangan hadir, ia diwakili oleh anggota Syuriyah H Mohammad Nuh dan KH Ali Akbar Marbun.

Dalam pertemuan itu, Prof Mohammad Nuh menegaskan bahwa keputusan Rais Aam terkait pencopotan Gus Yahya sebagai Ketum PBNU bersifat final.

Ia menambahkan bahwa pihaknya tetap akan mengangkat PJ Ketum PBNU pada Selasa 9 Desember 2025 meskipun Forum Sesepuh dan Mustasyar NU tidak menghendaki hal tersebut.

Prof Nuh menjelaskan bahwa seluruh saran dan masukan dari para kiai sepuh tetap dihargai, namun keputusan akhir harus melalui mekanisme organisasi karena menyangkut persoalan internal PBNU.

Forum Sesepuh dan Mustasyar NU menghasilkan empat poin kesimpulan.

Baca Juga:  PBNU Memanas: Rais Aam KH Miftachul Akhyar Pegang Kepemimpinan, Gus Yahya Tegaskan Masih Ketum

Pertama, forum berpandangan bahwa proses pemakzulan Ketua Umum tidak sesuai dengan aturan organisasi sebagaimana ketentuan AD/ART.

Kedua, forum melihat adanya informasi kuat mengenai dugaan pelanggaran atau kekeliruan serius dalam pengambilan keputusan oleh Ketua Umum yang perlu diklarifikasi melalui mekanisme organisasi.

Ketiga, forum merekomendasikan agar rapat pleno untuk menetapkan PJ Ketum PBNU tidak dilaksanakan sebelum seluruh prosedur organisasi dan musyawarah diselesaikan sesuai ketentuan.

Keempat, forum mengajak seluruh pihak menahan diri, menjaga ketertiban organisasi, dan menghindari langkah yang dapat memperbesar ketegangan.

Forum menekankan bahwa penyelesaian persoalan PBNU harus dilakukan melalui mekanisme internal NU tanpa melibatkan institusi atau proses eksternal demi menjaga kewibawaan jam’iyyah. HUM/GIT

Baca Juga:  PBNU Ultimatum PCNU Sekadau dan Nias soal Dugaan Riswah Muktamar NU, Ancam Tempuh Jalur Hukum
TAGGED: AD ART NU, Forum Sesepuh NU, Gus Yahya, Kiai Sepuh NU, Mohammad Nuh PBNU, Mustasyar NU, PBNU, PJ Ketum PBNU, Ponpes Tebuireng, Rapat Pleno PBNU
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang
3 November 2026
Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya
3 November 2026
Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya
3 November 2026
Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari
3 November 2026
Hakim Usir 2 Pengunjung Sidang Febrie, Diduga Rekam Kesaksian Boboho
3 November 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang
3 November 2026
Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya
3 November 2026
Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya
3 November 2026
Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari
3 November 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Ketum MUI Apresiasi Kapolri Copot Kapolres Sukoharjo, Minta Umat Islam Tetap Tenang

Pemerintahan

Wamenhaj Dahnil Tegaskan Nonmuslim Bisa Jadi Petugas Haji, Ini Tugasnya

Korupsi

Jaksa Cecar Ferry Boboho soal Julukan, Rekan Febrie Adriansyah Mengaku Tak Tahu Asal-usulnya

Korupsi

Kesaksian Boboho, Febrie Diduga Minta Rp 50 Miliar lewat Gestur Jari

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?