MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Komisi IX DPR Desak Kemenkes Kirim Dokter dan Nakes ke Wilayah Banjir Aceh

Publisher: Redaktur 3 Desember 2025 2 Min Read
Share
Tim SAR mengevakuasi guru dan pelajar yang terjebak banjir di Pidie Jaya, Jumat 28 November 2025.
Ad imageAd image

ACEH, Memoindonesia.co.id – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta Kementerian Kesehatan segera mengirim dokter, tenaga kesehatan, dan obat-obatan ke Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat meningkatnya warga terdampak banjir yang mulai sakit, terutama lansia dan balita, Rabu 3 Desember 2025.

Yahya Zaini menyoroti kondisi pengungsi di Bireuen, Aceh, yang mulai mengalami sakit karena minimnya layanan kesehatan di lokasi pengungsian.

“Kemenkes harus segera kirim dokter, nakes, dan obat-obatan ke Aceh. Mereka segera diturunkan untuk membantu warga yang terkena musibah. Waspadai penyakit pascabanjir, utamakan lansia dan anak-anak. Siapkan rumah sakit dan puskesmas untuk merawat mereka yang sakit,” kata Yahya Zaini.

Baca Juga:  Bupati Aceh Tamiang Bantah Isu 250 Warga Kampung Dalam Meninggal Akibat Banjir

Ia meminta Kemenkes membentuk posko kesehatan di seluruh daerah terdampak.

“Cek kesehatan semua warga yang terdampak bencana, khususnya mereka yang tinggal di tempat-tempat pengungsian. Koordinasikan dengan dinas daerah, rumah sakit daerah dan puskesmas-puskesmas. Siapkan posko-posko kesehatan di tengah-tengah warga masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya.

“Bagi mereka yang sakit segera rawat di rumah sakit yang ada di daerah itu. Siapkan dokter untuk mengobatinya dibantu nakes untuk merawatnya. Saya juga mengusulkan Kemenkes punya satgas tanggap bencana sehingga selalu siap siaga kalau ada bencana di manapun di Tanah Air ini,” tambahnya.

Pengungsi banjir di Masjid Jamik Al-Istiqamah Ulee Tutue, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen, membutuhkan layanan kesehatan dan obat-obatan karena sejumlah balita dan lansia mulai sakit.

Baca Juga:  DPR Desak Sanksi Tegas bagi Nakes yang Diduga Hina Pasien BPJS, Minta Kemenkes Usut Tuntas

“Pengungsi di masjid ini membutuhkan layanan kesehatan. Sejumlah pengungsi, terutama lanjut usia dan balita, mulai sakit,” kata Keuchik Lhok Nga, Saiful Amri, Selasa 2 Desember 2025.

Pengungsi berasal dari beberapa desa di Kecamatan Kutablang, yaitu Desa Lhoknga, Blang Panjoe, dan Tingkeum Manyang.

Para pengungsi tinggal di masjid tanpa dinding dengan dapur umum di bagian belakang masjid.

Mereka mengalami kesulitan air bersih karena listrik padam.

“Selain kesehatan, juga ada kebutuhan balita seperti susu dan lainnya. Bantuan untuk balita hingga kini masih minim. Kami berharap segera mendapatkan bantuan untuk balita tersebut,” ujar Saiful Amri. HUM/GIT

Baca Juga:  BNPB: Empat Kabupaten di Aceh Masih Terisolir akibat Jalan Putus Dihantam Banjir Bandang
TAGGED: banjir Aceh, bireuen aceh, dokter aceh, kemenkes aceh, kesehatan pengungsi, komisi ix dpr, pengungsi aceh, satgas nakes, tenaga kesehatan, wilayah banjir
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan, Suwono Budi Hartono.
Kantah Lamongan Tak Mau Target Mandek, PSN hingga Tunggakan Dikebut
20 Agustus 2026
Nyamuk Terasa Makin Banyak saat Kemarau, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya
20 Agustus 2026
Aset Rp 150 Miliar Disita KPK, Kasus Silmy Karim Kini Mengarah ke Dugaan TPPU
20 Agustus 2026
Ambulans Bawa Jenazah Anak Ringsek Usai Tabrak Truk di Tol Batang, 3 Orang Tewas
20 Agustus 2026
Petugas Imigrasi Semarang mengawal MEM, warga Afghanistan untuk dideportasi melalui bandara.
ITAS Mahasiswa, Malah Jadi Direktur Perusahaan, WN Afghanistan Dideportasi Imigrasi Semarang
19 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Nyamuk Terasa Makin Banyak saat Kemarau, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya
20 Agustus 2026
Aset Rp 150 Miliar Disita KPK, Kasus Silmy Karim Kini Mengarah ke Dugaan TPPU
20 Agustus 2026
Ambulans Bawa Jenazah Anak Ringsek Usai Tabrak Truk di Tol Batang, 3 Orang Tewas
20 Agustus 2026
Polri Jawab Gugatan Praperadilan Febrie, Tegaskan Pelimpahan Perkara ke Kejagung Sah
19 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Lamongan, Suwono Budi Hartono.
Pertanahan

Kantah Lamongan Tak Mau Target Mandek, PSN hingga Tunggakan Dikebut

Nasional

Nyamuk Terasa Makin Banyak saat Kemarau, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya

Korupsi

Aset Rp 150 Miliar Disita KPK, Kasus Silmy Karim Kini Mengarah ke Dugaan TPPU

Peristiwa

Ambulans Bawa Jenazah Anak Ringsek Usai Tabrak Truk di Tol Batang, 3 Orang Tewas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?