MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Polda Jatim Pastikan Proses Hukum Ponpes Al Khoziny Dilakukan Usai Evakuasi Rampung

Publisher: Redaktur 7 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Proses evakuasi korban bangunan ambruk Ponpes Al Khoziny Sidoarjo. (Foto: Istimewa)
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Jules Abraham Abast menegaskan bahwa proses hukum terkait ambruknya bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, akan tetap berjalan.

Namun, penyelidikan baru akan dimulai setelah seluruh proses evakuasi korban dan pembersihan puing selesai dilakukan.

Abast mengatakan, Polda Jatim saat ini masih fokus membantu proses evakuasi dan pembersihan di lokasi kejadian bersama tim SAR gabungan. Personel dari berbagai satuan turut dikerahkan untuk mempercepat penanganan di lapangan.

“Ini tidak saja dikerahkan dari unsur Reserse. Kami juga mengerahkan unsur Brimob dan Sabhara. Bahkan, untuk pengaturan arus lalu lintas, Satlantas juga membantu agar kendaraan ambulans yang membawa korban atau jenazah bisa melintas lancar,” ujar Abast di Mapolda Jatim, Senin 6 Oktober 2025.

Baca Juga:  Dua Jenazah Ditemukan di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny

Ia memastikan, meski fokus utama saat ini masih pada penyelamatan dan pembersihan, proses hukum tetap akan dilakukan. Penegakan hukum akan dimulai setelah lokasi dinyatakan bersih dari puing dan tidak ada lagi aktivitas evakuasi korban.

“Proses penegakan hukum tentu nanti akan kami lakukan setelah proses pembersihan benar-benar selesai dan tidak ada lagi korban yang harus dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara,” lanjutnya.

Abast menambahkan, penyidikan nantinya akan diawali dengan olah tempat kejadian perkara (TKP). Namun, karena kondisi TKP saat ini masih terkontaminasi dengan aktivitas SAR, maka langkah tersebut belum bisa dilakukan.

“Pasti kami akan melangkah dari TKP, namun TKP yang ada tentu bukan sebagaimana kasus pidana lain. Kami harus pastikan bukti-bukti yang ada tidak terjamah atau terkontaminasi,” tegasnya.

Baca Juga:  Wabup Mimik Idayana Laporkan Bupati Sidoarjo ke Kemendagri soal Mutasi 61 ASN

Hingga kini, Polda Jatim belum memeriksa saksi terkait ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny. Penyidik baru akan melakukan pemanggilan dan interogasi setelah seluruh tahapan evakuasi dan pembersihan rampung.

“Untuk sementara kami masih fokus pada proses evakuasi dan pertolongan terhadap korban. Setelah semuanya selesai dan benar-benar clear, barulah kami mulai penyelidikan dan dilanjutkan dengan penyidikan,” pungkas Abast. HUM/GIT

TAGGED: Buduran, Kabid Humas Polda Jatim, Kombespol Jules Abraham Abast, penyelidikan ambruknya ponpes, Polda Jatim, Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Jatim meraih penghargaan pada acara PWI Jatim Award 2026.
HPN 2026 PWI Jatim Memuncak: 24 Tokoh Diguyur Penghargaan Bergengsi
17 April 2026
Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim
17 April 2026
MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas
17 April 2026
Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel
17 April 2026
Tiga Eks Anak Buah Nadiem Dituntut 6-15 Tahun Penjara Kasus Chromebook
17 April 2026
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat, Delapan Korban Ditemukan Tewas
17 April 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

AKBP Arbaridi Jumhur, Kasubdit Jatanras, Ditreskrimum Jatim meraih penghargaan pada acara PWI Jatim Award 2026.
Pilihan Editor

HPN 2026 PWI Jatim Memuncak: 24 Tokoh Diguyur Penghargaan Bergengsi

Kakanwil BPN Jawa Timur, Asep Heri menerima penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim.
Pertanahan

Dari “Panglima Wakaf” hingga PWI Award 2026: Asep Heri Kian Kokohkan Peran BPN Jatim

Hukum

MK Tolak Gugatan Larangan Keluarga Presiden Nyapres karena Tidak Jelas

Kejaksaan

Ketua Ombudsman Hery Susanto Ditahan Kejagung Kasus Suap Nikel

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?