MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Hakim Pembebas Ronald Tannur Akui Sisihkan SGD 20 Ribu untuk Eks Ketua PN Surabaya

Publisher: Redaktur 14 Juni 2025 3 Min Read
Share
Hakim Erintuah Damanik dan Mangapul saat bersaksi di sidang eks Ketua PN Surabaya Rudi Suparmono.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Fakta mengejutkan terungkap dalam persidangan kasus dugaan suap vonis bebas Gregorius Ronald Tannur. Erintuah Damanik, hakim ketua yang membebaskan Ronald, terang-terangan mengaku telah menyisihkan SGD 20 ribu (sekitar Rp 240 juta) untuk Rudi Suparmono, mantan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Uang ini, katanya, akan diserahkan jika kasus Ronald tidak menjadi sorotan publik atau viral.

Pengakuan ini disampaikan Erintuah saat bersaksi di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Jumat 13 Juni 2025, dalam kasus suap terkait kematian Dini Sera Afrianti yang menyeret Rudi Suparmono sebagai terdakwa.

Mulanya, hakim anggota Andi Saputra mendalami alasan Erintuah menerjemahkan pesan Rudi Suparmono yang berbunyi “jangan lupakan aku” sebagai permintaan jatah uang.

Baca Juga:  Ironi Hakim Vonis Bebas Ronald Tannur Terancam Seumur Hidup Bui

“Saudara saksi mengapa berpikiran maksud dari ‘jangan lupakan saya’ itu artinya minta jatah, apa karena itu kebiasaan atau bagaimana?” tanya hakim Andi Saputra.

Erintuah menjawab bahwa dia tidak mengetahui kebiasaan tersebut, namun perkara Ronald merupakan penunjukan lintas majelis pertama yang ia tangani di PN Surabaya.

“Selama beliau di sana, saya belum pernah ditunjuk seperti itu atau diininkan seperti itu untuk perkara lain. Dan kebetulan perkara pidana itu adalah kewenangan dari Pak Wakil, tapi Pak Ketua bilang, ‘saya tunjuk ini’,” jelas Erintuah.

Ia menambahkan, majelis yang ia pimpin bersama hakim Mangapul dan Heru Hanindyo adalah majelis lintas, bukan majelis tetapnya.

Baca Juga:  Hakim Ketua Kasus Tom Lembong Dimutasi ke Pengadilan Negeri Tangerang

“Waktu itu saya nggak kepikiran apa-apa karena ini kebetulan majelis yang ditetapkan ini, lintas majelis,” imbuhnya.

Menariknya, Erintuah mengaku tidak pernah menegaskan maksud pesan “jangan lupakan aku” kepada Rudi. Ia justru langsung menerjemahkan pesan tersebut sebagai permintaan jatah. “Saat itu saudara saksi tidak menegaskan, maksudnya apa pak gitu?” tanya hakim. Erintuah menjawab singkat, “Tidak.”

“Tapi kemudian bapak menerjemahkan itu sebagai minta jatah?” tanya hakim lagi. “Iya, kemudian saya katakan sama majelis, pak ketua ada pernah ngomong seperti ini sama saya tiga kali, ‘mohon sisihkanlah (SGD) 20 (ribu) untuk pak Ketua dan 10 untuk PP’ (panitera pengganti),” ungkap Erintuah.

Baca Juga:  Kejagung Janji Telusuri Aliran Uang Nyaris Rp 1 Triliun di Kasus Ronald Tannur

Ketika ditanya mengenai dakwaan Rudi yang juga didakwa menerima suap dari perkara lain senilai total Rp 21 miliar lebih, Erintuah mengaku tidak tahu-menahu.

Erintuah kemudian menegaskan bahwa uang SGD 20 ribu itu belum sempat diserahkan ke Rudi. Ia mengakui, uang itu akan diserahkan jika kasus Ronald tidak mencuat ke publik.

“Seandainya kasus ini nggak viral, apakah akan diserahkan atau nggak?” tanya hakim. “Oh iya, karena sudah disisihkan, ya pasti,” jawab Erintuah, memperkuat dugaan adanya konspirasi di balik vonis bebas Ronald Tannur. HUM/GIT

TAGGED: eks Ketua PN Surabaya, Erintuah Damanik, hakim, Mangapul, Ronald Tannur, Rudi Suparmono, vonis bebas
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Prabowo Terima Megawati di Istana, Zulhas Apresiasi Upaya Perkuat Persatuan
20 Maret 2026
Fakta-Fakta Slo Bule Pemeran Video Asusila Bareng Pria Jaket Ojol di Bali
20 Maret 2026
Balita 3 Tahun Diserang Dua Anjing Liar di Polewali Mandar Sulbar
20 Maret 2026
Ketua DPAC PKB Balongbendo, Sony Widato,
DPAC PKB Balongbendo Serang Balik Klaim Subandi: “Dukungan Itu Tidak Pernah Ada”
20 Maret 2026
Menkeu Purbaya Tak Gelar Open House Lebaran, Pilih Perayaan Sederhana
20 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Prabowo Terima Megawati di Istana, Zulhas Apresiasi Upaya Perkuat Persatuan
20 Maret 2026
Fakta-Fakta Slo Bule Pemeran Video Asusila Bareng Pria Jaket Ojol di Bali
20 Maret 2026
Balita 3 Tahun Diserang Dua Anjing Liar di Polewali Mandar Sulbar
20 Maret 2026
Menkeu Purbaya Tak Gelar Open House Lebaran, Pilih Perayaan Sederhana
20 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Prabowo Terima Megawati di Istana, Zulhas Apresiasi Upaya Perkuat Persatuan

Internasional

Fakta-Fakta Slo Bule Pemeran Video Asusila Bareng Pria Jaket Ojol di Bali

Peristiwa

Balita 3 Tahun Diserang Dua Anjing Liar di Polewali Mandar Sulbar

Ketua DPAC PKB Balongbendo, Sony Widato,
Politik

DPAC PKB Balongbendo Serang Balik Klaim Subandi: “Dukungan Itu Tidak Pernah Ada”

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?