MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Komisi C DPRD Surabaya Sesalkan Penutupan Destinasi Wisata Sejarah saat Libur Panjang

Publisher: Admin 14 Mei 2025 2 Min Read
Share
Achmad Nurdjayanto, anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar.
Achmad Nurdjayanto, anggota Komisi C DPRD Surabaya dari Fraksi Golkar.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, menyesalkan penutupan sejumlah destinasi wisata heritage di Kota Surabaya saat momentum libur panjang.

Politisi Partai Golkar ini menilai, kondisi tersebut sangat disayangkan karena seharusnya menjadi peluang emas untuk menarik wisatawan. Libur Panjang momentum yang tepat bagi lokasi wisata untuk memperlihatkan kepada masyarakat.

“Ini sangat disayangkan, apalagi dalam beberapa hari terakhir kita mengalami libur panjang,” ujar anggota DPRD Surabaya dari Dapil 2 Surabaya, Selasa, 13 Mei 2025.

Penutupan tersebut terjadi pada beberapa situs bersejarah penting, seperti Rumah Kelahiran Bung Karno, Monumen Tugu Pahlawan, Bus SSCT – Balai Pemuda, Museum Olahraga, Museum WR Soepratman, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum Gedung Siola, Museum Pendidikan, dan Museum Sepuluh Nopember yang tidak beroperasi sejak Senin, 12 Mei 2025.

Baca Juga:  Bocoran 13 Komisi di DPR RI, Adies Kadir: Itu Baru Simulasi

Menurut Achmad, momen libur panjang seharusnya menjadi berkah, namun justru menjadi catatan buruk akibat kurangnya kesiapan dan pengelolaan destinasi wisata yang belum optimal. Hal ini, lanjutnya, dapat menciptakan citra negatif bagi pariwisata Surabaya.

“Ini yang harus segera dibenahi. Saya sangat menyayangkan banyaknya destinasi wisata heritage yang tutup di saat momen liburan. Padahal ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan Surabaya ke khalayak yang lebih luas,” tegas Achmad yang sebelum jadi wakil rakyat merupakan tim khusus Wakil Ketua DPR RI, Adies Kadir.

Politisi ini juga menekankan bahwa Surabaya memiliki keterbatasan dalam hal potensi wisata alam, sehingga potensi sejarah dan warisan budayanya harus dimaksimalkan.

Baca Juga:  Adies Kadir Soal Rotasi Hakim MA: LHKPN dan Riwayat Keluarga Harus Transparan

“Seharusnya ada perlakuan khusus agar upaya pengelolaan ini terlihat nyata. Surabaya tidak bisa hanya mengandalkan wisata alam karena memang tidak banyak spot alam yang bisa dijual. Potensi sejarah inilah yang perlu diperkuat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Achmad menyoroti momentum keberhasilan Surabaya sebagai tuan rumah acara nasional, seperti Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), yang seharusnya dimanfaatkan untuk mempromosikan wisata sejarah.

“Momen seperti ini seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik. Bisa saja masih banyak tamu dari luar kota, termasuk delegasi APEKSI, yang tertarik menikmati wisata heritage kita. Tapi sayangnya, justru tutup. Ini bisa membentuk citra negatif di mata wisatawan,” tandasnya. HUM/CAK

Baca Juga:  Adies Kadir: Partai Golkar Syukuri Potensi Tujuh Kursi Menteri di Kabinet Prabowo-Gibran
TAGGED: Achmad Nurdjayanto, Adies Kadir, APEKSI, Bus SSCT – Balai Pemuda, Destinasi Wisata, Fraksi Partai Golkar, Komisi C DPRD Surabaya, Monumen Tugu Pahlawan, Museum Gedung Siola, Museum HOS Tjokroaminoto, Museum Olahraga, Museum Pendidikan, Museum Sepuluh Nopember, Museum WR Soepratman, Rumah Kelahiran Bung Karno, Wisata Heritage
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Ungkap Peran Rektor Unsoed dalam Kasus Mahar Maba Rp 1,12 Miliar
22 Agustus 2026
Robohkan Rumah Dinas Bea Cukai, Wanita Surabaya Murnita Divonis 11 Bulan Penjara
22 Agustus 2026
KPK Sita Rp 665 Juta dari Kasus Pemerasan Maba Unsoed, Rektor dan Warek Jadi Tersangka
22 Agustus 2026
Kabag Akademik Unsoed Terima Rp 1,12 Miliar, Diduga untuk Loloskan Maba Jalur Mandiri
22 Agustus 2026
KPK Tetapkan Rektor Unsoed dan Warek Tersangka Pemerasan Maba Kedokteran
22 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Ungkap Peran Rektor Unsoed dalam Kasus Mahar Maba Rp 1,12 Miliar
22 Agustus 2026
Robohkan Rumah Dinas Bea Cukai, Wanita Surabaya Murnita Divonis 11 Bulan Penjara
22 Agustus 2026
KPK Sita Rp 665 Juta dari Kasus Pemerasan Maba Unsoed, Rektor dan Warek Jadi Tersangka
22 Agustus 2026
Kabag Akademik Unsoed Terima Rp 1,12 Miliar, Diduga untuk Loloskan Maba Jalur Mandiri
22 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Ungkap Peran Rektor Unsoed dalam Kasus Mahar Maba Rp 1,12 Miliar

Hukum

Robohkan Rumah Dinas Bea Cukai, Wanita Surabaya Murnita Divonis 11 Bulan Penjara

Korupsi

KPK Sita Rp 665 Juta dari Kasus Pemerasan Maba Unsoed, Rektor dan Warek Jadi Tersangka

Korupsi

Kabag Akademik Unsoed Terima Rp 1,12 Miliar, Diduga untuk Loloskan Maba Jalur Mandiri

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?