MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Mengaku Tak Tertarik Jadi Gubernur Jakarta, Sahroni: Saya 1.000 Kali Lebih Galak dari Ahok

Publisher: Redaktur 25 Juni 2024 2 Min Read
Share
Bendahara Umum Partai Nasdem Ahmad Sahroni di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menyatakan bahwa dirinya tidak tertarik untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, ia akan mendapatkan banyak musuh jika memenangkan Pilkada DKI Jakarta karena sikapnya yang lebih keras dibandingkan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Kalau Ahok itu galak, saya 1.000 kali lebih galak dari Ahok,” ujar Sahroni dalam acara Konsolidasi Partai NasDem di Akademi Bela Negara NasDem, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu, 23 Juni 2024.

Sahroni mengungkapkan bahwa ia ingin memberantas peredaran minuman keras di Jakarta, yang menurutnya akan membuat dirinya dimusuhi banyak pihak.

Baca Juga:  Hasto PDI-P Tiba di KPK Jadi Saksi Harun Masiku: Saya Taat Hukum

“Saya bilang, saya kampanyenya pokoknya Jakarta enggak ada miras, restoran semua enggak boleh ada miras,” tegasnya.

Meskipun demikian, Sahroni mengaku belum mendapatkan perintah dari Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, untuk menjajaki Pilkada DKI Jakarta 2024. Ia juga menyatakan bahwa ia lebih suka menjadi anggota DPR RI.

“Lebih enak, lebih santai menjadi seorang anggota DPR. Jadi gubernur nanti saya musuhnya makin banyak,” tambahnya.

Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Wibi Andrino, mendorong agar Sahroni maju di Pilkada DKI Jakarta. Namun, ia mengakui bahwa upaya untuk meyakinkan Sahroni tidak mudah.

Dukungan ini diberikan karena Sahroni terbukti memiliki kapasitas, terbukti sejak Pemilu 2014, hanya Sahroni satu-satunya kader Partai NasDem yang maju di daerah pemilihan (dapil) DKI Jakarta dan berhasil lolos ke DPR RI. HUM/GIT

Baca Juga:  Yusril Tegaskan Penetapan Adies Kadir sebagai Calon Hakim MK Kewenangan DPR
TAGGED: Ahmad Sahroni, Ahok, Akademi Bela Negara NasDem, Bendahara Umum, DPR RI, Gubernur DKI Jakarta, Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta, Partai NasDem, Pilkada DKI Jakarta, Wibi Andrino
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Picu Aksi Banser di Depan KPK, Teriak KPK Zalim dan Bakar Baju Bergambar KPK
13 Maret 2026
Petugas melayani permohonan pembuatan paspor elektronik di salah satu kantor imigrasi di Jakarta.
Imigrasi Sesuaikan Layanan Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H
13 Maret 2026
KPK Sebut Eks Menag Yaqut Terima Fee dari Percepatan Berangkat Haji Tanpa Antre
13 Maret 2026
KPK Ungkap Peran Gus Alex dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Sempat Perintahkan Fee Dikembalikan
13 Maret 2026
KPK Sita Aset Lebih Rp 100 Miliar dari Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
13 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Picu Aksi Banser di Depan KPK, Teriak KPK Zalim dan Bakar Baju Bergambar KPK
13 Maret 2026
KPK Sebut Eks Menag Yaqut Terima Fee dari Percepatan Berangkat Haji Tanpa Antre
13 Maret 2026
KPK Ungkap Peran Gus Alex dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Sempat Perintahkan Fee Dikembalikan
13 Maret 2026
KPK Sita Aset Lebih Rp 100 Miliar dari Kasus Korupsi Kuota Haji Eks Menag Yaqut
13 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Picu Aksi Banser di Depan KPK, Teriak KPK Zalim dan Bakar Baju Bergambar KPK

Petugas melayani permohonan pembuatan paspor elektronik di salah satu kantor imigrasi di Jakarta.
Imigrasi

Imigrasi Sesuaikan Layanan Selama Libur Nyepi dan Idulfitri 1447 H

Korupsi

KPK Sebut Eks Menag Yaqut Terima Fee dari Percepatan Berangkat Haji Tanpa Antre

Korupsi

KPK Ungkap Peran Gus Alex dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Sempat Perintahkan Fee Dikembalikan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?