Denpasar, Memoindonesia.co.id – Kegiatan bersih-bersih di Pantai Padang Galak, Sanur, melibatkan ratusan peserta, Sabtu (16/9/2023). Mereka terdiri para karyawan PT HM Sampoerna, relawan Komunitas Malu Dong, para pemilik toko kelontong yang tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC), dan lainnya.
Kegiatan ini mendapatkan apresiasi
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, atas upaya pelestarian lingkungan PT HM Sampoerna.
“Saya sangat berterima kasih kepada Sampoerna yang sudah men-support kegiatan ini. Pola seperti kita harus terus kontinu kita lakukan,” jelas Jaya Negara ketika membuka acara.
Turut hadir pula dalam kegiatan ini adalah mantan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra.
Kepala Urusan Eksternal Sampoerna Ishak Danuningrat mengatakan, pihaknya terus berkomitmen meningkatkan kesadaran tentang pelestarian lingkungan melalui berbagai inisiatif dan kolaborasi, termasuk melalui kegiatan bersih-bersih di Bali.
“Kami bekerja sama dengan Komunitas Malu Dong untuk program edukasi dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengelolaan sampah di Bali. Kami juga mengajak para karyawan untuk bergerak dan meningkatkan kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya melalui inisiatif #SayaAjaBisa,” jelas Ishak.
Ishak mengatakan, kegiatan ini sejalan dengan prinsip Falsafah Tiga Tangan yang memandu Sampoerna selama lebih dari 110 tahun beroperasi di Indonesia. Sampoerna, sambung Ishak, selalu berkomitmen dalam penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan utama.
“Kami berupaya mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam setiap aspek bisnis dan aktivitas kami. Di bawah payung Program Keberlanjutan Sampoerna untuk Indonesia, yang mana pendekatan perusahaan atas keberlanjutan telah berkembang untuk mengadopsi kerangka kerja Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola. Pada pilar Lingkungan, Sampoerna terus berupaya mengurangi jejak lingkungan melalui berbagai inisiatif, termasuk optimalisasi pengelolaan limbah dan air,” papar Ishak.
Senada dengan itu, Komang Sudiarta, selaku pendiri komunitas Malu Dong, berharap kegiatan ini bisa ditiru oleh perusahaan besar lainnya di Indonesia.
“Malu dong (buang sampah sembarangan) harus terus disebarluaskan ke semua orang, supaya kepeduliannya lebih karena ini merupakan persoalan kita bersama,” cetusnya. (ela)