JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf menyoroti polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang disebutnya sebagai ijazahgate karena dinilai berkaitan dengan rasa keadilan publik dan perlakuan tak sama dalam hukum, Senin, 19 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Almuzzammil dalam pidato politik pada Bimbingan Teknis (Bimtek) Nasional PKS yang disiarkan melalui kanal YouTube PKS TV.
“Kejadian penting yang juga baru kita saksikan. Putusan Mahkamah Konstitusi terkait ijazahgate. Ini kita jadikan pintu gerbang evaluasi ke depan pemilu kita, kita hormati putusan lembaga negara yang final dan mengikat,” kata Almuzzammil.
Dia menyebut banyak masyarakat meminta agar persoalan tersebut ditindaklanjuti melalui DPR.
PKS, kata dia, siap menjadi jembatan untuk menyalurkan aspirasi publik melalui jalur hukum dan konstitusional.
“Di dalamnya jelas terselip satu persoalan yang sekarang rakyat banyak datang bertanya protes termasuk mendatangi kita meminta diselesaikan diproses lebih lanjut di DPR secara hukum dan konstitusional,” ujarnya.
Almuzzammil menegaskan polemik tersebut berkaitan dengan rasa keadilan masyarakat dan dugaan perlakuan berbeda dalam hukum serta pemerintahan.
“PKS memandang polemik ijazahgate menyangkut rasa keadilan publik adanya perlakuan yang tidak sama dalam hukum dan pemerintahan. PKS siap menjadi jembatan aspirasi publik,” imbuhnya.
Dia juga menegaskan setiap anak bangsa harus memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin Indonesia.
Menurut dia, demokrasi harus mengedepankan integritas dan kompetensi, bukan perlakuan khusus.
“Demokrasi harus bergerak menuju meritokrasi. Setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin dengan modal integritas dan kompetensi bukan dispensasi. Pemilu harus jurdil (jujur dan adil),” jelasnya.
Gibran Hormati Putusan MK
Sementara itu, Gibran Rakabuming Raka menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan hasil Pilpres 2024 yang mempersoalkan persyaratan pendidikannya.
Dia menegaskan akan fokus menjalankan tugas dan menyukseskan program Presiden Prabowo Subianto.
“Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan menyukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami,” kata Gibran, Rabu 7 Oktober 2026.
Menanggapi persoalan ijazah atau dokumen penyetaraan pendidikan yang dipersoalkan dalam gugatan tersebut, Gibran menyatakan dirinya melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana di Singapura setelah menempuh pendidikan setara SMA.
“Ya kalau saya tidak lulus SMA, kan saya nggak mungkin bisa kuliah. Saya kan kuliah sampai S1 juga di Singapura,” katanya. HUM/GIT


