MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Megawati dan Tokoh Gerakan Nurani Bangsa Bahas Kondisi Pemerintahan serta Aspirasi Publik

Publisher: Redaktur 23 Juni 2026 4 Min Read
Share
Megawati menerima tokoh Gerakan Nurani Bangsa di Megawati Institute Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menerima kunjungan tokoh-tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) untuk membahas situasi kemasyarakatan, pemerintahan, dan kehidupan kebangsaan, Senin 22 Juni 2026.

Pertemuan bertajuk Silaturahmi Kebangsaan tersebut digelar di Megawati Institute, Menteng, Jakarta Pusat, dan berlangsung selama dua jam, mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB.

Salah satu tokoh GNB, Lukman Hakim Saifuddin, mengatakan pertemuan itu merupakan agenda yang telah lama direncanakan sebagai bagian dari silaturahmi dengan para tokoh bangsa yang pernah mendapat amanah sebagai Presiden maupun Wakil Presiden.

“Jadi ini sebenarnya pertemuan yang sudah cukup lama dirancang karena GNB memiliki agenda mengunjungi tokoh-tokoh bangsa, khususnya mereka yang pernah mendapatkan amanah sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” kata Lukman kepada wartawan usai pertemuan.

Menurutnya, pertemuan tersebut juga menjadi wadah berbagi informasi mengenai situasi dan kondisi kehidupan kemasyarakatan, pemerintahan, serta kebangsaan saat ini.

Baca Juga:  Yang Hadir dan Absen di Open House Perdana Presiden Prabowo

“Tujuan GNB kali ini menemui Ibu Megawati adalah selain tentu kami bersilaturahim, menjaga dan memelihara hubungan silaturahim itu, yang tidak kalah pentingnya adalah kami saling berbagi informasi terkait situasi dan kondisi kehidupan kemasyarakatan kita termasuk tentu kehidupan berpemerintahan dan kehidupan kebangsaan,” ungkapnya.

Lukman menjelaskan pihaknya turut membawa sejumlah aspirasi masyarakat untuk didiskusikan bersama Megawati yang dinilai memiliki pengalaman panjang dalam pemerintahan.

“Ada sejumlah informasi yang kami sampaikan sekaligus juga kami ingin mendapatkan konfirmasi dari Ibu Megawati,” tuturnya.

“Jadi ya seperti selayaknya pertemuan antara orang tua dengan anaknya, atau dengan sesama mereka-mereka yang pernah mendapatkan amanah untuk mengemban roda pemerintahan dalam menjaga dan merawat kehidupan kebangsaan kita,” lanjut Lukman.

Dalam kesempatan yang sama, Uskup Agung Jakarta Kardinal Ignatius Suharyo menekankan pentingnya pertemuan antartokoh bangsa untuk menjaga kejernihan berpikir dalam kehidupan bernegara.

“Gerakan ini menamakan diri Gerakan Nurani Bangsa. Nurani itu bisa tumpul kalau tidak pernah diasah. Oleh karena itu, kalau kami berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, itu harapannya nurani kami di dalam Gerakan Nurani Bangsa ini sendiri menjadi semakin tajam, semakin jernih, sehingga bisa melihat realitas dengan baik dan benar. Tidak dengan emosi, tidak dengan kepentingan, tetapi sungguh-sungguh murni untuk kepentingan bangsa kita,” ujar Suharyo.

Baca Juga:  Jembatan Komunikasi Terjalin: Prabowo dan Megawati Bertukar Pesan Lewat Dasco

Sementara itu, mantan Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menilai GNB dan Megawati memiliki keprihatinan yang sama terhadap arah perjalanan bangsa saat ini.

“Nampaknya keprihatinan yang digumuli oleh Gerakan Nurani Bangsa sama dengan tokoh-tokoh bangsa yang sudah kami jumpai, termasuk dengan Ibu Megawati tadi,” ucapnya.

Di sisi lain, mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengungkapkan salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah proses pembentukan undang-undang yang dinilai minim partisipasi publik.

“Salah satu misalnya adalah proses pembuatan legislasi sekarang. Itu hampir-hampir tanpa konsultasi publik yang memadai. Bahkan apa yang disuarakan oleh masyarakat tidak tercermin dari undang-undang yang dihasilkan oleh DPR dan pemerintah,” ujar Laode.

Baca Juga:  Didit Hediprasetyo Safari Lebaran Kunjungi SBY hingga Megawati

Ia mencontohkan revisi Undang-Undang Polri yang dinilai belum mengakomodasi rekomendasi Komisi Reformasi Polri yang dibentuk Presiden Prabowo Subianto.

“Contohnya, revisi Undang-Undang Polri. Itu sama sekali tidak mengakomodasi semua rekomendasi yang diberikan oleh Komisi Reformasi. Jadi yang kayak begitu-begitu menurut saya apa namanya itu didiskusikan,” ucap Laode.

“Oleh karena itu juga kita meminta kepada parlemen dan pemerintah, tolong memperhatikan apa sih yang disuarakan masyarakat,” pungkasnya.

Sejumlah tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, Kardinal Ignatius Suharyo, Pendeta Gomar Gultom, Romo Franz Magnis Suseno SJ, Karlina R. Supelli, Laode M. Syarif, Lukman Hakim Saifuddin, Beka Ulung Hapsara, Andi Widjajanto, Francisia Seda, dan Yanuar Nugroho. HUM/GIT

TAGGED: aspirasi publik, Gerakan Nurani Bangsa, GNB, gomar gultom, kardinal suharyo, laode syarif, Lukman Hakim, Megawati, megawati institute, revisi uu polri, silaturahmi kebangsaan, tokoh nasional
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Perkuat sinergi lintas instansi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari resmi menjalin kerja sama dengan DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, serta Bombana dalam penandatanganan Nota Kesepakatan di Claro Hotel Kendari, Rabu (5/8/2026).
Imigrasi Kendari Perkuat Integrasi Layanan, Gandeng Tiga Daerah Optimalkan Data Keimigrasian
7 Agustus 2026
25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG
7 Agustus 2026
Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan
7 Agustus 2026
MAKI Dukung MUI: Koruptor Layak Dihukum Mati dan Seluruh Asetnya Dirampas
6 Agustus 2026
Sahroni Dorong RUU Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor, Fokus Pulihkan Uang Negara
6 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan
7 Agustus 2026
Sahroni Dorong RUU Perampasan Aset Ketimbang Hukuman Mati Koruptor, Fokus Pulihkan Uang Negara
6 Agustus 2026
Yusril: Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Diatur UU, Hakim Tetap Pertimbangkan Keadilan
6 Agustus 2026
Belasan Relawan Dapur MBG di Bima Diduga Terpapar Hepatitis, Puskesmas Rekomendasikan Penggantian
6 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Perkuat sinergi lintas instansi, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kendari resmi menjalin kerja sama dengan DPMPTSP dan Mal Pelayanan Publik Kabupaten Konawe, Kolaka Utara, serta Bombana dalam penandatanganan Nota Kesepakatan di Claro Hotel Kendari, Rabu (5/8/2026).
Imigrasi

Imigrasi Kendari Perkuat Integrasi Layanan, Gandeng Tiga Daerah Optimalkan Data Keimigrasian

Nasional

25 Siswa dan Guru di Bogor Diduga Keracunan Usai Santap Menu MBG

Hukum

Roy Suryo Kembali Gagal di Praperadilan, Gugatan Ganti Rugi Tak Diterima PN Jakarta Selatan

Korupsi

MAKI Dukung MUI: Koruptor Layak Dihukum Mati dan Seluruh Asetnya Dirampas

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?