JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi menyelidiki teror penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus yang terjadi di Jalan Salemba, Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB, 12 Maret 2026.
Berdasarkan penyelidikan awal, pelaku diduga berjumlah empat orang dan telah mengikuti pergerakan korban sebelum melakukan aksinya.
Saat kejadian, Andrie Yunus tengah mengendarai sepeda motor seorang diri hingga diserang oleh orang tak dikenal yang menyiramkan air keras ke tubuhnya.
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka pada bagian dada, wajah, dan tangan.
“Polres Jakarta Pusat telah meminta visum et repertum awal terhadap kondisi luka dari saksi korban AY. Ada beberapa bagian tubuh yang terkena, yaitu dada, wajah, dan tangan,” kata Kadiv Humas Polri Irjenpol Johnny Eddizon Isir.
“Tentang adanya tindak pidana penganiayaan berat sebagaimana Pasal 467 ayat 2 dan atau 468 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP,” lanjutnya.
Sementara itu, polisi mengungkapkan bahwa beredar foto terduga pelaku di media sosial yang merupakan hasil rekayasa artificial intelligence sehingga tidak valid.
“Jika menerima unggahan dugaan pelaku, kami pastikan itu hoaks karena hasil rekayasa artificial intelligence,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Iman Imanuddin.
Menurutnya, penyebaran konten tersebut diduga merupakan upaya pelaku untuk mengaburkan proses penyelidikan.
“Dengan beredarnya video TKP ini, para pelaku diduga panik dan berupaya mengaburkan fakta dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa artificial intelligence,” ujarnya.
Selain itu, rekaman CCTV menjadi alat penting dalam mengungkap kasus ini dan saat ini masih didalami oleh penyidik.
Berdasarkan rekaman CCTV, empat pelaku menggunakan dua motor dan berpencar setelah melakukan aksi.
Satu kelompok pelaku melarikan diri ke arah Pasar Senen hingga menuju wilayah Jakarta Selatan, sementara kelompok lainnya bergerak ke arah Matraman hingga Jakarta Timur.
“Kemudian satu kendaraan yang ditumpangi pelaku lainnya bergerak ke arah Matraman hingga Jatinegara,” kata Iman Imanuddin.
Dalam pelariannya, salah satu pelaku diketahui sempat mengganti pakaian sebelum berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, hingga Bogor.
“Setelah kejadian, salah satu pelaku diduga mengganti pakaian sebelum melanjutkan pelarian,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku dan terus mengumpulkan bukti melalui analisa CCTV serta jaringan komunikasi.
“Kami masih terus melakukan pengumpulan fakta hukum berdasarkan analisa CCTV dan jaringan komunikasi,” jelasnya.
Kapolda Metro Jaya Irjenpol Asep Edi Suheri menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas kasus tersebut secara profesional dan transparan.
“Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai arahan Presiden dan Kapolri,” ujar Asep.
Ia menambahkan, proses penyelidikan dilakukan dengan kehati-hatian agar informasi yang disampaikan kepada publik telah terverifikasi.
“Kami mengedepankan prinsip kehati-hatian agar setiap informasi yang disampaikan tidak menimbulkan spekulasi,” pungkasnya. HUM/GIT

