JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Komite Nasional Keselamatan Transportasi telah mengunduh data black box pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan temuan rekaman suara pilot berdurasi sekitar dua jam, Selasa, 27 Januari 2026.
Pengunduhan data dilakukan dari dua komponen black box, yakni Cockpit Voice Recorder dan Flight Data Recorder, yang masing-masing merekam percakapan pilot di kokpit serta data teknis parameter penerbangan.
KNKT menyebutkan hasil readout menunjukkan FDR merekam sekitar 171 jam pengoperasian pesawat dengan lebih dari 180 parameter penerbangan, sementara CVR merekam suara di kokpit selama kurang lebih dua jam.
Penerbangan rute Yogyakarta menuju Makassar yang mengalami kecelakaan terekam pada kedua alat perekam tersebut dan saat ini tengah dianalisis lebih lanjut oleh tim investigasi.
Selain itu, proses pengunduhan dan analisis data melibatkan Accredited Representative dari Bureau d’Enquêtes et d’Analyses pour la Sécurité de l’Aviation Civile Prancis serta Technical Advisor dari Avions de Transport Régional.
“Saat ini data yang diperoleh sedang dalam tahap analisis lebih lanjut oleh tim investigasi KNKT sesuai dengan ketentuan investigasi keselamatan yang berlaku,” tulis KNKT melalui akun Instagram resminya.
Pesawat ATR 42-500 PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung mengakibatkan tujuh kru dan tiga penumpang meninggal dunia pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan berakhir setelah seluruh korban berhasil dievakuasi secara bertahap selama tujuh hari pelaksanaan operasi SAR. HUM/GIT


