JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Polisi mengungkap awal mula wanita bernama Khairun Nisa menyamar sebagai pramugari Batik Air setelah menjadi korban penipuan berkedok janji masuk maskapai, Kamis 8 Januari 2026.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono menjelaskan Khairun Nisa dikenalkan dengan seseorang yang menjanjikan dapat memasukkannya menjadi pramugari.
“Yang bersangkutan itu orang Palembang, tinggal di Palembang dia ke Jakarta izin sama ibunya mau daftar jadi pramugari. Kemudian datang ke Jakarta dia, ketemu seseorang yang menawarkan bisa memasukkan pramugari dengan memberikan sejumlah uang,” kata Yandri saat dihubungi.
Selain itu, Nisa dimintai uang senilai Rp 30 juta agar dapat menjadi pramugari, namun janji tersebut ternyata penipuan dan pelaku tidak dapat lagi dihubungi.
“Pada dasarnya dia korban, dia mau masuk pramugari menyerahkan uang Rp 30 juta ternyata gagal, dan orangnya sudah tidak bisa dihubungi,” tuturnya.
Sementara itu, karena merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya, Nisa berpura-pura telah bekerja sebagai pramugari dan membuat unggahan palsu di media sosial.
“Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja,” ujarnya.
“Di medsosnya juga dia posting biar orang tuanya tahu dia pramugari,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Yandri mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap modus penipuan serupa dan mengikuti prosedur resmi bila ingin menjadi pramugari.
“Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada,” pungkasnya. HUM/GIT


