JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengoreksi istilah uang lelah bagi prajurit TNI yang bertugas menangani bencana dan menegaskan istilah yang tepat adalah uang semangat, saat rapat koordinasi penanganan bencana, Kamis 1 Januari 2026.
Keterangan terkait uang makan dan uang lelah prajurit TNI sebelumnya disampaikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, mengatakan personel TNI di lapangan memperoleh dua komponen dukungan biaya.
“Sebenarnya sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan untuk kondisi darurat ini personel TNI di lapangan itu mendapatkan dua komponen sebenarnya, uang makan dan uang lelah,” kata Abdul Muhari kepada wartawan.
Ia menjelaskan uang makan diberikan sebesar Rp 45 ribu per hari, sedangkan uang lelah penanganan bencana sebesar Rp 120 ribu per hari.
“Uang makan ini sebesar Rp 45 ribu per hari dan uang lelah itu Rp 120 ribu per hari, jadi total yang diterima personel di lapangan itu Rp 165 ribu per hari,” jelasnya.
Selain itu, Muhari menyebut TNI mengajukan dana operasional penanganan bencana sebesar Rp 84 miliar.
Menurutnya, dana sebesar Rp 2,7 miliar telah disalurkan ke Mabes TNI dan sejumlah kodam di wilayah terdampak bencana.
“Ini yang untuk operasional dari data kami TNI, khususnya itu memang mengajukan sebesar Rp 84 miliar, dari Rp 48 miliar ini, Rp 2,7 miliarnya itu sudah kita salurkan,” ujarnya.
Sementara itu, istilah uang lelah turut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Prabowo di Aceh Tamiang bersama jajaran kabinet usai meninjau hunian sementara korban bencana.
Dalam rapat tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto melaporkan dukungan operasional bagi prajurit TNI selama masa tanggap darurat.
“Dan para prajurit di lapangan mendapat uang makan dan uang lelah, Bapak, uang saku. Per orang Rp 165 ribu,” kata Suharyanto.
Mendengar laporan tersebut, Prabowo langsung mengoreksi istilah uang lelah.
“Kalau tentara jangan uang lelah ya, karena tentara tidak boleh lelah,” kata Prabowo.
Suharyanto kemudian menyebut istilah uang saku, yang kembali dikoreksi oleh Prabowo.
“Uang semangat, tidak mengenal lelah,” ujar Prabowo.
Prabowo menegaskan prajurit TNI harus berbakti kepada negara dan bangsa dalam setiap penugasan.
” Tidak mengenal lelah, berbakti kepada negara dan bangsa. Oke, lanjut,” pungkas Prabowo. HUM/GIT


