PEKALONGAN, Memoindonesia.co.id – Polisi menggerebek rumah yang diduga menjadi sumber peredaran narkoba di Kelurahan Pringrejo, Kota Pekalongan, dan mendapat perlawanan menggunakan airsoft gun serta senjata tajam sebelum menangkap tiga orang pelaku, Selasa 25 November 2025.
Penggerebekan berawal dari penangkapan dua pria penguasa obat keras jenis Alprazolam di Jalan Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Keduanya ditangkap pada Selasa sekitar pukul 20.00 WIB.
Kasatresnarkoba Polres Pekalongan Iptu Albertus Sudaryono mengatakan kedua pria itu mengaku memperoleh obat keras dari A yang berdomisili di Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat.
“Setelah diinterogasi, barang haram tersebut diakui didapatkan dari A (44) yang berdomisili di Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan,” ujarnya.
Tim Opsnal kemudian menuju rumah A dengan dipandu salah satu tersangka sebelumnya, KA. Penggerebekan dilakukan sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari.
Perlawanan dari dalam rumah membuat proses penangkapan berlangsung lama. Sejumlah orang di dalam rumah menembaki petugas menggunakan airsoft gun. Para pelaku juga melakukan perlawanan memakai senjata tajam. Salah satu mobil petugas terkena peluru airsoft gun pada jendela pintu depan.
Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Farid mengatakan pihaknya meminta bantuan Brimob Polda Jateng.
“Karena ada perlawanan, kita minta back up dari Polres Pekalongan Kota dan dari Brimob untuk mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Terduga pelaku sempat menolak menyerah sehingga petugas mendobrak pintu dan memberikan tembakan peringatan.
Tiga orang ditangkap dalam operasi tersebut, termasuk MA. Mereka langsung dibawa ke kantor polisi. Penggeledahan dilakukan setelah pelaku dilumpuhkan.
Barang bukti yang disita antara lain satu pucuk airsoft gun merek Baretta tipe M84 dan 24 butir psikotropika Alprazolam.
Ketua RT 6 Kelurahan Pringrejo Ahmad Tazali membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
“Yang diamankan yang saya lihat tadi ada senjata tajam sama itu apa, pistol,” ujarnya.
Ahmad mengatakan salah satu penghuni rumah dikenal berjualan daring dan ikut jual beli burung lomba.
“Kesehariannya sering jual beli online, burung juga ikut lomba,” katanya.
Ahmad menyebut penghuni rumah selama ini berhubungan baik dengan warga sekitar.
“Alhamdulillah baik, tidak ada masalah,” ujarnya. HUM/GIT

