MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Adam, Santri Ponpes Al Khoziny yang Meninggal di Samping Haikal Dimakamkan

Publisher: Redaktur 10 Oktober 2025 2 Min Read
Share
Pemakaman Muhammad Adam Fidiansyah, santri Ponpes Al Khoziny, di Desa Masangan Kulon, Sukodono, Sidoarjo.
Ad imageAd image

SIDOARJO, Memoindonesia.co.id – Pemakaman jenazah Muhammad Adam Fidiansyah (13), santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, diwarnai isak tangis keluarga.

Almarhum dimakamkan di tempat asalnya di Desa Masangan Kulon, Kecamatan Sukodono, Kamis 9 Oktober 2025 malam.

Jenazah Adam diserahkan kepada keluarga setelah berhasil diidentifikasi di RS Bhayangkara Surabaya.

Setibanya di rumah duka sekitar pukul 20.00 WIB, suasana haru menyelimuti keluarga yang menyambut kedatangan jenazah dengan tangisan histeris.

Tak lama kemudian, jenazah disalatkan dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

Ratusan pelayat, baik dari keluarga maupun warga sekitar, turut mengiringi prosesi pemakaman.

Baca Juga:  Bagikan Sertifikat di Sidoarjo, Joko Widodo: Tidak Ada Lagi Konflik Pertanahan

Santri kelas VII itu merupakan anak sulung dari pasangan Widi Hidayat (36) dan Wahyu Alfi Septian (34).

Almarhum diketahui baru enam bulan menimba ilmu di Ponpes Al Khoziny setelah lulus dari sekolah dasar.

Saidi (67), kakek almarhum, mengenang cucunya sebagai anak yang pendiam dan tidak pernah menyusahkan orang tua.

Keinginan untuk mondok di Ponpes Al Khoziny, kata Saidi, merupakan inisiatif Adam sendiri.

“Anaknya pendiam, gak pernah minta macam-macam. Bahkan minta mondok juga keinginannya sendiri. Dia bilang maunya di Al-Khoziny,” ujar Saidi dengan mata berkaca-kaca saat ditemui di rumah duka, Jumat 10 Oktober 2025.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Penanganan Sampah di Waru, Cabup-Cawabup Sidoarjo Mas Iin-Abah Edy Ingin Bangkit Bersama Masyarakat

Saidi menambahkan, Adam dikenal sebagai anak yang patuh dan memiliki semangat tinggi untuk belajar agama.

Selama mondok, Adam hanya sempat pulang satu kali karena sakit.

“Waktu sakit, minta izin ke Pak Kiai untuk pulang. Tiga hari kemudian langsung balik lagi ke pondok. Memang niatnya kuat mau mondok,” lanjutnya.

Tragedi ambruknya musala Ponpes Al Khoziny terjadi pada Senin 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.

Adam menjadi salah satu korban dalam peristiwa tersebut.

Sang ayah disebut tidak beranjak dari lokasi ponpes selama lima hari menunggu kabar tentang anaknya.

Sementara sang ibu beberapa kali jatuh pingsan setelah mendengar kabar musibah itu.

Baca Juga:  Polda Jatim Belum Tetapkan Tersangka Kasus Ambruknya Ponpes Al Khoziny

“Kami sekeluarga dapat kabar Senin sore, musala ambruk. Katanya Adam bersebelahan dengan temannya, Haikal. Awalnya dikira selamat,” kenang Saidi lirih. HUM/GIT

TAGGED: Desa Masangan Kulon, Haikal, Kecamatan Sukodono, Muhammad Adam Fidiansyah, Ponpes Al Khoziny, santri Pondok Pesantren Al Khoziny, Sidoarjo
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik
21 Juli 2026
Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Air Mata Lionel Messi Warnai Final Piala Dunia 2026, Argentina Gagal Pertahankan Gelar
20 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik
21 Juli 2026
Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah
21 Juli 2026
Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
21 Juli 2026
PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan
20 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

Dewan Pers Kecam Ucapan Hotman Paris kepada Wartawan, Ingatkan Hormati Kerja Jurnalistik

Korupsi

Eks Penyidik KPK Desak Kejagung Usut Fasilitas Konferensi Pers Hotman Paris soal Febrie Adriansyah

Korupsi

Usai Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita

Politik

PDI-P Surati BGN Minta Data Kader Diduga Terlibat Proyek MBG, Hasto: Belum Ada Balasan

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?