MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Kasus Bullying Gegerkan Surabaya, Armuji Turun Tangan dan Jamin Keselamatan Korban

Publisher: Admin 20 September 2025 3 Min Read
Share
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji ketika berkunjung ke sekolah untuk menyosialisasikan Stop bullying.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji ketika berkunjung ke sekolah untuk menyosialisasikan Stop bullying.
Ad imageAd image

SURABAYA, Memoindonesia.co.id – Dunia pendidikan Surabaya kembali tercoreng. Seorang siswa kelas 4 SD Negeri di Ketabang, Kecamatan Genteng, berinisial AP, menjadi korban dugaan perundungan yang dilakukan tiga teman sekelasnya berinisial RI, RE, dan F.

Kasus ini bahkan membuat Wakil Wali Kota Surabaya Armuji turun langsung ke sekolah untuk memastikan keselamatan korban.

Orang tua korban, PY, menceritakan perundungan telah terjadi sejak AP duduk di kelas 3. Awalnya berupa tindakan ringan seperti menyembunyikan barang-barangnya, seragam olahraga, pulpen, hingga buku pelajaran.

Namun, memasuki kelas 4, perlakuan itu berubah semakin brutal. AP dipaksa masuk kamar mandi, dipukul, hingga kacamatanya pecah dalam perkelahian.

Baca Juga:  Kandidat Saling Klaim Dukungan PAC, 3 Nama Ini Coba Rebut Simpati Jadi Ketua PDIP Surabaya

“Anak saya malah disalahkan ketika melawan. Bahkan wali kelas dulu membela pelaku dan menilai AP punya catatan buruk di rapor. Padahal jelas-jelas yang membully itu teman-temannya,” ungkap PY dengan nada kecewa.

Upaya mediasi bersama sekolah dan orang tua pelaku tak berjalan mulus. Salah satu orang tua sempat menolak meminta maaf, bahkan mengancam akan memviralkan kasus ini.

Keluarga korban menuntut adanya surat pernyataan agar perundungan tidak terulang, namun sekolah menolak dengan alasan pelaku masih anak-anak.

Situasi semakin pelik ketika AP justru menjadi bahan ejekan teman-teman lain karena dianggap sering “mengadu” pada orang tua. Trauma yang dialami membuat AP enggan kembali ke sekolah sejak Kamis, 18 September 2025.

Baca Juga:  Jelang Peringatan Hari Otonomi Daerah, Satgas Kebersihan dan KSH tonggak Lingkungan Sehat

“Anak saya ketakutan. Bahkan Senin depan dia mungkin masih tidak mau sekolah lagi,” ujar PY.

Pihak sekolah melalui Kepala SD Ketabang, Sutiana, menyebut masalah sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia menilai, anak-anak sudah saling memaafkan dan kasus dianggap selesai. Namun, pernyataan ini justru memantik reaksi keras dari orang tua korban yang menilai penyelesaian hanya sebatas formalitas.

Melihat kerumitan kasus ini, Armuji akhirnya turun tangan. Ia menegaskan tidak boleh ada lagi pembiaran terhadap praktik bullying di sekolah.

“Saya minta pihak sekolah menjamin keamanan AP dan memastikan kasus seperti ini tidak terulang. Saya sendiri yang menjamin keselamatan AP agar bisa kembali sekolah dengan tenang,” tegasnya.

Baca Juga:  Digeruduk PKL Pagesangan, Pedagang Minta Wawali Armuji Buka Lahan Berjualan 

Armuji menekankan, kasus ini harus menjadi peringatan serius. Sekolah tidak boleh abai, orang tua harus lebih peka, dan seluruh pihak wajib menjadikan kejadian ini sebagai bahan introspeksi agar dunia pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman bagi anak. HUM/NIK

TAGGED: Armuji, Bullying, Kecamatan Genteng, Keselamatan Korban, Ketabang, Perundungan, SD Negeri, Stop Bullying
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Imigrasi Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H
24 Maret 2026
Status Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Masih Jalani Tes Kesehatan
24 Maret 2026
Perbandingan Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe Disorot, Publik Singgung Konsistensi KPK
24 Maret 2026
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Kabur ke Bogor dan Sukabumi, Sempat Coba Bunuh Diri
24 Maret 2026
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Bus saat Kabur ke Sumatra
24 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Status Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Masih Jalani Tes Kesehatan
24 Maret 2026
Perbandingan Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe Disorot, Publik Singgung Konsistensi KPK
24 Maret 2026
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Kabur ke Bogor dan Sukabumi, Sempat Coba Bunuh Diri
24 Maret 2026
WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Ditangkap di Bus saat Kabur ke Sumatra
24 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Imigrasi

Kepala Kantor Imigrasi Cilegon Mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H

Korupsi

Status Yaqut Kembali ke Rutan KPK, Masih Jalani Tes Kesehatan

Korupsi

Perbandingan Penahanan Yaqut dan Lukas Enembe Disorot, Publik Singgung Konsistensi KPK

Hukum

WN Irak Pembunuh Cucu Mpok Nori Kabur ke Bogor dan Sukabumi, Sempat Coba Bunuh Diri

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?