MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dorong Alumni PMII Jadi Motor Penggerak Keadilan Agraria dan Ekonomi Umat

Publisher: Admin 14 Juli 2025 2 Min Read
Share
Nusron saat menjadi pembicara kunci dalam Pengukuhan dan Orientasi Nasional PB IKA-PMII di Jakarta,
Menteri Nusron saat menjadi pembicara kunci dalam Pengukuhan dan Orientasi Nasional PB IKA-PMII di Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, mengajak keluarga besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) untuk mengambil peran strategis dalam mewujudkan keadilan agraria, pemerataan aset, dan kesinambungan ekonomi bangsa.

Ajakan itu disampaikan Nusron saat menjadi pembicara kunci dalam Pengukuhan dan Orientasi Nasional PB IKA-PMII di Jakarta, Minggu, 13 Juli 2025.

“Kalau ada tanah baru, jangan hanya diberikan kepada mereka yang sudah punya banyak. Di sinilah terbuka peluang untuk alumni PMII, NU, Muhammadiyah, dan kelompok masyarakat lain untuk turut mengisi ruang keadilan itu,” tegas Nusron.

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid bersama para pembicara lain seperti Said Aqil Siradj dan lainnya hadir pada acara PMII di Jakarta.
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid bersama para pembicara lain seperti Said Aqil Siradj dan lainnya hadir pada acara PMII di Jakarta.

Ia menyebut, saat ini terdapat sekitar 1,4 juta hektare tanah telantar yang tercatat sebagai Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) dan siap dimanfaatkan oleh masyarakat, termasuk oleh alumni PMII, untuk kepentingan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga infrastruktur sosial.

Baca Juga:  Kantah Gresik Gelar Monev, Tegaskan Komitmen Bersama dalam Menjaga Integritas dan Transparan

“Daripada tanah itu tidak dimanfaatkan, mari kita manfaatkan untuk hal yang produktif dan berpihak kepada rakyat,” ajaknya lugas.

Lebih lanjut, Nusron menekankan bahwa dalam pelaksanaan Reforma Agraria, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah sangat krusial. Pemerintah pusat menetapkan objek tanah, namun kepala daerah selaku Ketua Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) yang menentukan siapa subjek atau penerima manfaatnya.

“Bupati dan wali kota adalah kunci. Mereka yang tahu siapa yang benar-benar berhak. Maka, para alumni PMII harus membangun kolaborasi yang kuat dengan pemda,” tandas Nusron.

Namun, ia juga mengingatkan agar seluruh pemanfaatan tanah tetap mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku.

Baca Juga:  Janji AHY: Berantas Mafia Tanah dan Lanjutkan Program Kerja

“Kalau mau membangun pesantren, maka tanahnya harus sesuai peruntukan permukiman atau industri. Kalau tata ruangnya pertanian atau perkebunan, tentu tidak bisa dibangun pesantren, tapi bisa dimanfaatkan untuk koperasi pesantren,” urainya.

Acara ini turut dihadiri tokoh-tokoh penting seperti Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Umum PB IKA-PMII Fathan Subchi, Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, serta ratusan alumni PMII dari berbagai daerah. HUM/CAK 

TAGGED: Badan Pertanahan Nasional, BPN, Cucun Ahmad Syamsurijal, Fathan Subchi, Keadilan Agraria, Menteri ATR BPN, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, NU, Nusron Wahid, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, PMII, Reforma Agraria, Said Aqil Siradj, Wakil Ketua DPR RI
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel
11 Maret 2026
Nadiem Makarim Akui Lelah Usai 11 Jam Jadi Saksi Sidang Korupsi Chromebook di Tipikor Jakarta
11 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook
11 Maret 2026
KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno
11 Maret 2026
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek
11 Maret 2026
Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel
11 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

Hakim Tanya Asal-usul Panggilan ‘Mas Menteri’ kepada Nadiem Makarim di Sidang Korupsi Chromebook

Korupsi

KPK Dalami Dugaan Aliran Duit Tambang ke Ketua Umum Pemuda Pancasila Japto Soerjosoemarno

Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari Tersangka Suap Ijon Proyek

Pertahanan

Panglima TNI Tegaskan Status Siaga 1 Hanya Uji Kesiapsiagaan Personel dan Materiel

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?