MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

7 Fakta Kecelakaan Maut Bus Rombongan SMK Lingga Kencana Tewaskan 11 Orang

Publisher: Redaktur 12 Mei 2024 6 Min Read
Share
Evakuasi korban kecelakaan bus di Palasari Subang.
Ad imageAd image

SUBANG, Memoindonesia.co.id – Sebuah bus yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok mengalami kecelakaan di Kecamatan Ciater, Subang, Jawa Barat. Sebanyak 11 orang meninggal dalam insiden maut ini. Apa saja fakta yang diketahui sejauh ini?

Sebagaimana diketahui, kecelakaan ini terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2024 sekitar pukul 18.45 WIB. Kejadian terjadi di Ciater, Subang.

Peristiwa itu melibatkan lima kendaraan mulai dari Bus Trans Putera Fajar AD 7524 OG, mobil Daihatsu Feroza D 1455 VCD, serta 3 motor. Sebanyak 11 orang menjadi korban jiwa dalam insiden ini.

Sejauh ini, sudah ada sejumlah fakta yang diketahui terkait insiden maut tersebut, berikut ini faktanya:

1. Bus Oleng Hingga Tabrak 3 Kendaraan
Kabidhumas Polda Jabar Kombespol Jules Abraham Abast mengungkap insiden ini terjadi pada Sabtu, 11 Mei 2024 sekitar pukul 18.45 WIB. Bus Trans Putera Fajar AD 7524 OG saat itu sedang melaju dari arah selatan menuju utara.

Setibanya di lokasi dengan medan jalan menurun, bus tersebut dilaporkan oleng ke kanan. Kemudian, bus itu menabrak mobil Daihatsu Feroza D 1455 VCD serta sejumlah motor di lokasi kejadian.

“Saat melaju pada jalan yang menurun, oleng ke kanan menabrak kendaraan Feroza dari arah berlawanan. Kemudian terguling miring ke kiri, posisi ban kiri di atas dan terselusur sehingga menabrak tiga kendaraan jenis R2 yang terparkir di bahu jalan,” kata Jules Abraham dalam keterangannya.

Baca Juga:  7 Bus Rombongan SMAN 1 Sidoarjo Selamat Dikawal Pulang Pasca Kecelakaan di Tol Solo-Kertosono

Bus tersebut baru berhenti setelah menabrak tiang di bahu jalan dari arah Subang menuju Bandung. Insiden kecelakaan maut itu pun ikut terekam kamera amatir warga dan videonya tersebar di beberapa aplikasi perpesanan.

2. Rincian 11 Korban Meninggal: Guru, Pelajar Hingga Pengendara Motor

Ada 11 korban jiwa dalam insiden ini. Sembilan pelajar, seorang guru hingga seorang pengendara motor termasuk korban di dalamnya.

“Iya jadi informasinya sembilan pelajar, satu guru, terus satu lagi pengendara motor asal Cibogo, Subang,” ujar Kadinkes Subang dr Maxi, Minggu, 12 Mei 2024.

Para korban luka dan meninggal langsung dibawa ambulans ke RSUD Ciereng Subang. Korban luka juga ada yang dirawat di Puskesmas Palasari Ciater dan Puskesmas Jalancagak.

Total ada 64 korban kecelakaan. 11 orang meninggal dan 53 orang lainnya mengalami luka.

3. Sopir Bus Alami Luka Berat

Adapun sopir bus saat ini mengalami luka berat. Sopir masih dalam proses perawatan.
“Sopir bus saat ini juga masih luka berat. Jadi karena masih dalam perawatan medis kita masih fokus mendata dan menolong korban, pemeriksaan belum kita lakukan,” kata Dirlantas Polda Jawa Barat Kombespol Wibowo, Minggu, 12 Mei 2024.

Baca Juga:  KPK Amankan Uang Ratusan Juta dalam OTT Hakim di Depok

4. Pemkot Depok Kirim Ambulans

Pemkot Depok dan jajaran Polres Metro Depok juga menurunkan 42 ambulans untuk mengevakuasi korban kecelakaan. Ambulans mulai mengevakuasi korban yang sebelumnya berada di RSUD Subang untuk dibawa ke Depok.

Di RSUD Subang, Jawa Barat, Minggu 12 Mei 2024, sejak pukul 03.20 WIB ambulans mulai mengevakusi korban yang mengalami luka berat dan luka ringan.

Tampak keluarga korban mendampingi dan turut ikut membawa korban yang akan dipindahkan ke Depok. Suasana haru dari keluarga korban menyelimuti proses evakuasi.

Anggota polisi di lokasi juga sempat menenangkan keluarga korban. Sejumlah keluarga korban tewas juga menunggu jasad masuk ke ambulans di depan ruang jenazah.

5. Rem Blong Sempat Diperbaiki

Polisi terus melakukan penyelidikan terkait kecelakaan ini. Sopir bus diketahui sempat memperbaiki rem bus sebelum kendaraan itu terguling di Subang.

“Berdasarkan keterangan sementara tadi juga saya sempat tanya beberapa korban yang selamat memang menyatakan seperti rem blong. Karena dua kali berhenti pada saat istirahat makan si sopir ini betuli rem dan mendatangkan mekanik,” kata Dirlantas Polda Jawa Barat Kombespol Wibowo, Minggu, 12 Mei 2024.

“Pada saat di TKP mobil udah meluncur aja seperti nggak ngerem,” lanjutnya.

Polisi masih menunggu hasil traffic accident analysis (TAA) untuk mengetahui kecepatan bus saat kecelakaan berlangsung. Sejauh ini polisi baru mengumpulkan keterangan awal dari sejumlah penumpang bus yang selamat.

Baca Juga:  Panglima TNI Jenderal Agus Sambangi Gudang Amunisi yang Terbakar Semalam

“Itu nanti kita buktikan pakai TAA (soal kecepatan bus). Ini kan belum kita tuangkan ke BAP kita baru cari informasi ke penumpang-penumpang bus yang korban kecelakaan itu seperti apa sih kondisinya supaya jadi bahan kita nanti untuk melakukan pemeriksaan ke depan,” tutur Wibowo.

6. Operator Bus Bakal Diperiksa

Pihak pengelola bus akan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Hal ini terkait dengan perawatan bus tersebut.

“Semua pasti kita akan ambil keterangan. Perawatan kendaraan bermotor itu wajib dilakukan oleh para pengusaha melalui KIR, melalui perawatan rutin, bengkel. Nanti kita panggil semua,” kata Kombespol Wibowo.

7. Bus Tidak Berizin

Sementara itu, Kementerian Perhubungan lewat Ditjen Hubungan Darat lalu mengatakan bus yang terlibat kecelakaan itu tidak berizin dan status uji berkalanya telah kedaluwarsa. Data dari Kemenhub itu akan didalami oleh pihak kepolisian.

“Itu nanti jadi bahan kita tapi kan itu di luar ranah kewenangan kita masalah uji berkala atau yang kita kenal dengan KIR itu di luar ranah dari kepolisian. Tapi ini bisa dijadikan satu bahan pemeriksaan (bahwa) kewajiban oleh yang harus dilakukan oleh pengusaha tapi tidak dilaksanakan,” jelas Wibowo. HUM/GIT

TAGGED: bus, Bus Trans Putera Fajar, depok, Dirlantas Polda Jawa Barat, Jawa Barat, Kecamatan Ciater, kecelakaan, Kombespol Wibowo, rombongan, SMK Lingga Kencana, Subang
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Jakarta Timur, Motif Cemburu WN Irak Terungkap
24 Maret 2026
Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk, Suwono Budi Hartono (kanan) berbincang dengan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri.
Dirjen PPTR Turun ke Kantah Nganjuk, Tekankan Layanan Tetap Prima Meski Libur Lebaran
23 Maret 2026
Dirjen PPTR Lampri dan Dirjen Sengketa Iljas serta Kakanwil BPN Jatim Asep Heri berfoto bersama dengan jajaran dan staf Kantor Pertanahan Surabaya II yang sejak pagi tetap buka memberikan pelayanan meski di suasan liburan Idulfitri 1447 Hijriah.
Dirjen PPTR Lampri “Pulang Kampung” ke BPN Krembangan, Kenangan Lama Menguatkan Komitmen Layanan
23 Maret 2026
Jajaran Kantor Pertanahan Surabaya I foyo bersama dengan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri.
Dirjen PPTR dan Sengketa Pastikan  Pelayanan Prioritas Selama Libur  Lebaran Berjalan Lancar
23 Maret 2026
PSHK Dorong Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
23 Maret 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Jakarta Timur, Motif Cemburu WN Irak Terungkap
24 Maret 2026
PSHK Dorong Prajurit TNI Pelaku Penyiraman Andrie Yunus Diadili di Peradilan Umum
23 Maret 2026
Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah Usai 7 Hari di Rutan KPK
23 Maret 2026
Status Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Disorot, KPK Dinilai Tidak Transparan
23 Maret 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Kasus Pembunuhan Cucu Mpok Nori di Jakarta Timur, Motif Cemburu WN Irak Terungkap

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk, Suwono Budi Hartono (kanan) berbincang dengan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri.
Jawa Timur

Dirjen PPTR Turun ke Kantah Nganjuk, Tekankan Layanan Tetap Prima Meski Libur Lebaran

Dirjen PPTR Lampri dan Dirjen Sengketa Iljas serta Kakanwil BPN Jatim Asep Heri berfoto bersama dengan jajaran dan staf Kantor Pertanahan Surabaya II yang sejak pagi tetap buka memberikan pelayanan meski di suasan liburan Idulfitri 1447 Hijriah.
Pertanahan

Dirjen PPTR Lampri “Pulang Kampung” ke BPN Krembangan, Kenangan Lama Menguatkan Komitmen Layanan

Jajaran Kantor Pertanahan Surabaya I foyo bersama dengan Direktur Jenderal Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR), Lampri.
Headlines

Dirjen PPTR dan Sengketa Pastikan  Pelayanan Prioritas Selama Libur  Lebaran Berjalan Lancar

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?