MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Mantan Panglima TNI Widodo AS Wafat, SBY Kenang Prajurit Negarawan

Publisher: Redaktur 26 Oktober 2026 7 Min Read
Share
Rumah duka mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo AS di Jakarta.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo Adi Sutjipto (AS) meninggal dunia pada Sabtu, 24 Oktober 2026.

Contents
Dimakamkan Secara Militer di TMP KalibataMenhan Kenang Widodo sebagai Pemersatu Tiga MatraSBY Kenang Widodo sebagai Prajurit Negarawan

 

Sejumlah tokoh nasional mengenang almarhum sebagai prajurit, patriot, dan negarawan yang berjasa menjaga persatuan TNI serta keutuhan bangsa.

 

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama Tunggul membenarkan kabar meninggalnya Widodo AS saat dihubungi pada Minggu, 25 Oktober 2026.

 

Widodo merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 1968.

 

Sebelum menjabat Panglima TNI, dia pernah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Laut.

 

Widodo menjabat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) pada 26 Juni 1998 hingga 17 Juli 1999. Presiden B.J. Habibie kemudian mengangkatnya sebagai Wakil Panglima ABRI pada 1999.

 

Pada Oktober 1999, Presiden Abdurrahman Wahid mengangkat Widodo sebagai Panglima TNI.

 

Jabatan tersebut diembannya hingga Juni 2002. Dia tercatat sebagai Panglima TNI pertama yang berasal dari matra Angkatan Laut.

 

Setelah pensiun dari militer, Widodo dipercaya menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mulai 21 Oktober 2004 hingga 20 Oktober 2009.

 

Widodo juga menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden pada periode kedua pemerintahan SBY, yakni 2009–2014.

Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata

Jenazah mantan Panglima TNI Laksamana (Purn) Widodo AS dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Nasional Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu, 25 Oktober 2026.

Baca Juga:  KPK Dalami Pengumpulan Uang Kasus Pemerasan Jabatan Perangkat Desa

 

Sejumlah tokoh hadir dalam prosesi pemakaman tersebut, di antaranya Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto.

 

Upacara pemakaman dipimpin Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Keluarga dan kerabat almarhum turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

 

Agus berharap pengabdian Widodo kepada bangsa dan negara dapat menjadi teladan bagi generasi penerus.

 

“Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua, dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” ucap Agus.

 

Prosesi dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga, pembacaan doa, dan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Menhan Kenang Widodo sebagai Pemersatu Tiga Matra

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengenang Widodo sebagai sosok yang berperan penting mempersatukan tiga matra TNI, terutama pada masa transisi reformasi.

 

“Kita merasa kehilangan seorang pelopor, ya. Dia pada zaman reformasi aktif sekali mempersatukan TNI sampai beliau turun ke daerah-daerah mengumpulkan tiga angkatan untuk memberikan semangat persatuan dan kesatuan TNI pada waktu itu menghadapi transisi reformasi,” kata Sjafrie saat ditemui di rumah duka Widodo di Kompleks TNI AL, Jakarta Utara, Minggu, 25 Oktober 2026.

 

Menurut Sjafrie, peran Widodo menjadi kekuatan psikologis yang mendorong soliditas TNI. Semangat tersebut, kata dia, terus dilanjutkan para pimpinan TNI hingga saat ini.

 

“Itu peranan beliau yang sangat penting sebagai kekuatan psikologis bagi TNI untuk bersatu. Dan inilah yang sekarang dilaksanakan oleh para pemimpin TNI,” ujarnya.

Baca Juga:  Isi Garasi Tiga Pejabat KPP Madya Jakarta Utara Tersangka Suap Pengurangan Pajak

 

Sjafrie juga mengenang gaya kepemimpinan Widodo yang mengedepankan diskusi dan kerja bersama dalam merumuskan kebijakan.

 

Saat bertugas di Mabes TNI sebagai staf ahli Panglima, Sjafrie kerap diajak Widodo membahas kebijakan dan strategi pertahanan.

 

Dia mengingat satu prinsip yang selalu ditekankan almarhum, yakni berpikir bersama.

 

“Waktu saya tugas di Mabes TNI, saya sebagai Staf Ahli Panglima, dan beliau sebagai Panglima. Beliau menjadikan saya tangki pemikir untuk mengelola kebijakan-kebijakan dan strategi militer untuk pertahanan. Ada satu yang paling saya selalu ingat adalah ‘pikir bareng’. Jadi beliau tidak pernah berpikir sendiri. Beliau selalu mengumpulkan staf dan bekerja sama untuk mengambil kesimpulan,” katanya.

 

Sjafrie turut mengungkapkan kedekatan hubungan Widodo dengan Presiden Prabowo Subianto.

 

Keduanya, kata dia, memiliki hubungan emosional dan psikologis yang erat dalam membangun kekuatan pertahanan Indonesia.

 

“Selain itu juga, almarhum mempunyai hubungan yang sangat baik di dalam pembangunan kekuatan pertahanan dengan Menteri Pertahanan pada waktu yang lalu, Menteri Pertahanan Prabowo yang sekarang sudah menjadi Presiden. Hubungan emosional, hubungan psikologis ini sangat dekat sekali,” tuturnya.

SBY Kenang Widodo sebagai Prajurit Negarawan

Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono juga menyampaikan penghormatan kepada Widodo.

 

SBY menilai almarhum sebagai prajurit, patriot, pemimpin, sekaligus negarawan yang memiliki jasa besar bagi bangsa.

 

“Laksamana Widodo AS itu seorang prajurit, patriot, pemimpin, yang juga negarawan, yang banyak sekali jasanya. Saya sangat sering, belasan tahun mengemban tugas bersama almarhum,” kata SBY seusai menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.

Baca Juga:  Golkar Resmi Tunjuk Gibran Rakabuming Raka sebagai Calon Wakil Presiden Pendamping Prabowo Subianto

 

SBY mengatakan Widodo berada dalam lingkaran kepemimpinan TNI ketika Indonesia menghadapi krisis pada 1998.

 

Setelah itu, Widodo menjabat Panglima TNI dan Menko Polkam, serta turut berperan menjaga keutuhan Republik Indonesia.

 

“Pada saat negara mengalami krisis 1998, Pak Widodo sudah pada posisi kepemimpinan bersama kami semua. Setelah itu menjadi Panglima TNI, Menko Polkam, juga bersama-sama untuk menjaga keutuhan republik ini,” ujarnya.

 

SBY mengenang Widodo sebagai sosok yang bekerja tanpa mengenal lelah dan selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi negara.

 

“Banyak kenangan saya pribadi bersama beliau. Tetapi intinya beliau itu kalau demi konstitusi dan Merah Putih itu tegak lurus,” katanya.

 

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Widodo.

 

Dia menilai almarhum memiliki jasa besar bagi bangsa dan negara serta menjadi panutan bagi generasi muda TNI.

 

“Atas nama bangsa dan negara serta TNI mengucapkan belasungkawa mendalam atas kepergian almarhum yang telah berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara,” kata Agus.

 

Agus mengaku masih berpangkat kapten hingga mayor ketika Widodo menjabat Panglima TNI. Pada masa itu, Widodo menjadi salah satu sosok yang diteladaninya.

 

“Saat beliau menjadi Panglima, saya masih pangkat kapten-mayor dan beliau menjadi panutan kami,” ujarnya. HUM/GIT

TAGGED: Agus Subiyanto, Jakarta, mantan Panglima TNI, Menko Polkam, Panglima TNI, pemakaman militer, SBY, Sjafrie Sjamsoeddin, Susilo Bambang Yudhoyono, TMP Kalibata, TNI-AL, tokoh nasional, Widodo AS, Widodo meninggal, Widodo wafat
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Ibu dan Anak Hilang di Madiun, Polda Jatim Buru Suami Siri Korban
26 Oktober 2026
Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal saat Berlaga di Porprov Jateng 2026
26 Oktober 2026
Widodo AS Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata, Agus Subiyanto Pimpin Upacara
26 Oktober 2026
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Waspadai Peredaran Narkotika Cair
26 Oktober 2026
Polda Sulut Gerebek Sarang Narkoba di Manado, 111 Paket Sabu Disita
26 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Ibu dan Anak Hilang di Madiun, Polda Jatim Buru Suami Siri Korban
26 Oktober 2026
Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal saat Berlaga di Porprov Jateng 2026
26 Oktober 2026
Widodo AS Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata, Agus Subiyanto Pimpin Upacara
26 Oktober 2026
Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Waspadai Peredaran Narkotika Cair
26 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Hukum

Ibu dan Anak Hilang di Madiun, Polda Jatim Buru Suami Siri Korban

Olahraga

Atlet Selam Jepara Syabilla Rizkia Meninggal saat Berlaga di Porprov Jateng 2026

Nasional

Widodo AS Dimakamkan Secara Militer di TMP Kalibata, Agus Subiyanto Pimpin Upacara

Badan Narkotika Nasional

Kapolri Dorong Larangan Total Vape, Waspadai Peredaran Narkotika Cair

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?