MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Karhutla Indonesia 2026: 26 Ribu Hektare Belum Padam, Kalteng Terparah

Publisher: Redaktur 25 Oktober 2026 3 Min Read
Share
Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama BNPB karena puluhan ribu hektare lahan masih belum padam.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id   – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Indonesia.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 19.708 titik panas dengan 26.681 hektare lahan masih belum padam, berdasarkan pemantauan per 23 Oktober 2026 pukul 15.00 WIB, Minggu, 25 Oktober 2026.

Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan kondisi karhutla masih dinamis.

Penurunan titik panas di sejumlah wilayah belum menjamin kebakaran terkendali karena wilayah lain justru mengalami peningkatan.

“Tren hotspot dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan bahwa kondisi karhutla masih dinamis. Ada penurunan di sejumlah wilayah, tetapi di wilayah lain titik panas dan luas kebakaran justru meningkat,” kata Berton kepada wartawan, Minggu, 25 Oktober 2026.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR Desak Penetapan Status Bencana Nasional di Sumatera

“Karena itu, kita tidak bisa hanya melihat penurunan hotspot dalam satu hari sebagai tanda bahwa karhutla sudah terkendali,” imbuhnya.

Berdasarkan data BNPB, luas lahan yang terbakar secara nasional mencapai sekitar 41.554 hektare.

Dari jumlah tersebut, sekitar 26.681 hektare masih belum padam sehingga upaya pemadaman dan pendinginan masih membutuhkan penanganan intensif.

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan kondisi terparah. BNPB mencatat 13.297 titik panas dengan luas kebakaran mencapai 25.942 hektare.

Dari luasan tersebut, sekitar 19.076 hektare masih belum padam.

Selain Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan juga menjadi prioritas penanganan karena sekitar 2.187 hektare lahan masih belum padam.

Sementara itu, kondisi di Jambi turut mengkhawatirkan setelah luas lahan yang belum padam meningkat menjadi 716 hektare, dibandingkan 377 hektare pada hari sebelumnya.

Baca Juga:  KPK Tak Terapkan Pasal Hukuman Mati di Kasus Korupsi Dana Bencana BNPB, Ini Alasannya

Di Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur, sejumlah indikator karhutla menunjukkan penurunan dibandingkan hari sebelumnya.

Namun, BNPB menegaskan penurunan tersebut bukan alasan untuk menghentikan penanganan.

“Pemadaman, pendinginan, dan patroli tetap harus dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala,” jelas Berton.

Untuk mengatasi karhutla, BNPB mengerahkan personel darat, helikopter untuk pengeboman air atau water bombing, pesawat patroli, serta Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Pada 22 Oktober 2026, tercatat 71.878 personel darat dan 58 armada udara mendukung penanganan kebakaran.

Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan dry ice dan natrium klorida (NaCl) dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan.

Baca Juga:  PKS Minta Presiden Prabowo Berkantor di Wilayah Bencana Sumatra

Hasil yang dilaporkan meliputi hujan di sebagian wilayah Kalimantan Tengah, serta peningkatan jarak pandang dan penurunan konsentrasi partikel halus PM2.5 di Sumatra Selatan.

Meski demikian, hasil tersebut masih perlu dievaluasi dan tidak dapat dijadikan bukti bahwa seluruh sumber api telah padam.

“Prioritas kami adalah memastikan api benar-benar padam, terutama di lahan gambut, melindungi masyarakat dari paparan asap, serta mencegah kebakaran berulang,” ujar Berton.

BNPB juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah serta kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Berton, keberhasilan penanganan karhutla tidak cukup diukur dari penurunan jumlah titik panas, tetapi juga dari berkurangnya luas kebakaran yang belum padam dan terlindunginya masyarakat dari paparan asap. HUM/GIT

TAGGED: BNPB, hotspot karhutla, kabut asap, Kalimantan Tengah, karhutla Indonesia, karhutla Jambi, karhutla Kalteng, kebakaran gambut, kebakaran hutan, kebakaran lahan, pemadaman karhutla, Sumatra Selatan, titik panas
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita
25 Oktober 2026
Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari
25 Oktober 2026
Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
25 Oktober 2026
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya
25 Oktober 2026
Ancaman Megathrust Mengintai, Imigrasi Banten Siapkan Pegawai Hadapi Bencana
24 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita
25 Oktober 2026
Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari
25 Oktober 2026
Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut
25 Oktober 2026
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya
25 Oktober 2026

Baca Berita Lainnya:

Badan Narkotika Nasional

Kampung Vietnam Jayapura Digerebek, 10 Orang Diciduk dan 2 Karung Diduga Ganja Disita

Badan Narkotika Nasional

Jejak Jaringan China di Balik Lab Narkoba 1,2 Ton di Aceh, Dipantau Sejak Februari

Nasional

Widodo AS Meninggal Dunia, Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut

Nasional

Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia, Ini Rekam Jejaknya

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?