JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Hasil survei Parameter Politik Indonesia (PPI) dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan perbedaan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjelang dua tahun masa pemerintahannya.
PPI mencatat 65,4 persen responden puas terhadap kinerja pemerintah, sedangkan SMRC merekam 44,5 persen responden puas terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden.
PPI melaksanakan survei pada 26 September hingga 6 Oktober 2026 melalui wawancara tatap muka terhadap 1.200 responden yang tersebar di 38 provinsi di Indonesia.
Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengatakan, total 65,4 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja pemerintah.
Sementara itu, 32,5 persen menyatakan tidak puas dan 2,1 persen tidak tahu atau tidak menjawab.
“Jika digabungkan yang sangat puas dengan yang puas itu totalnya ada 65,4 persen. Sementara ada sekitar 32,5 persen yang menyatakan tidak puas dan sangat tidak puas dengan kinerja pemerintahan secara umum. Sementara menjawab tidak tahu dan tidak menjawab itu adalah 2,1 persen,” kata Adi dalam pemaparan survei secara virtual, Minggu 18 Oktober 2026.
Secara terperinci, sebanyak 6,8 persen responden menyatakan sangat puas dan 58,6 persen puas.
Adapun 25,7 persen menyatakan tidak puas dan 6,8 persen sangat tidak puas.
PPI juga mengidentifikasi sejumlah alasan responden yang puas terhadap kinerja pemerintah. Alasan terbanyak adalah bantuan sosial semakin banyak, sebesar 16,7 persen.
Berikutnya, penangkapan koruptor semakin banyak sebesar 10,3 persen dan program Sekolah Rakyat sebesar 9,8 persen.
Alasan lainnya meliputi program Makan Bergizi Gratis (MBG) semakin baik sebesar 8,5 persen, program gratis hingga kuliah 7,5 persen, pemeriksaan kesehatan gratis 5,7 persen, harga BBM jenis Pertalite tidak naik 5,7 persen, serta program pemerintah dinilai sudah baik dan berjalan sebesar 4,4 persen.
Sementara itu, 3,9 persen menilai jalan dibangun dan diperbaiki, sedangkan 1,7 persen menilai pemerintah menciptakan lapangan kerja.
Berbeda dengan PPI, SMRC mengukur tingkat kepuasan terhadap kinerja Prabowo secara personal sebagai presiden.
Hasilnya, 44,5 persen responden menyatakan sangat puas atau cukup puas, sedangkan 53,4 persen menyatakan kurang puas atau tidak puas sama sekali.
Survei SMRC berlangsung pada 1-10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih, yakni berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.013 responden pemilik telepon seluler dipilih secara acak menggunakan metode double sampling dan diwawancarai melalui telepon.
Sementara itu, 200 responden yang tidak memiliki telepon seluler dipilih menggunakan metode stratified multistage random sampling dan diwawancarai secara tatap muka.
SMRC memperkirakan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, dengan asumsi simple random sampling.
Perbedaan hasil kedua survei tersebut perlu dilihat berdasarkan objek penilaian dan metodologi masing-masing.
PPI mengukur kepuasan terhadap kinerja pemerintah secara umum, sedangkan SMRC mengukur kepuasan terhadap kinerja Prabowo sebagai presiden. HUM/GIT


