MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Jejak Panjang Suyudi Ario Seto, Dari Reserse hingga Kursi Kapolri

Publisher: Redaktur 3 Oktober 2026 5 Min Read
Share
Jenderal Suyudi Ario Seto setelah dilantik sebagai Kapolri oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi menjadi Kapolri setelah menempuh perjalanan panjang di tubuh Polri, mulai dari fungsi reserse, memimpin sejumlah kepolisian wilayah, hingga dipercaya menjadi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Kamis 1 Oktober 2026.

Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri setelah mendapat persetujuan DPR RI. Ia menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah memimpin Polri sejak 27 Januari 2021.

Lahir di Pandeglang, Banten, pada 14 Juli 1973, Suyudi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994.

Ia menyelesaikan pendidikan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2003 dan Sespimti pada 2018.

Memulai Karier dari Fungsi Reserse

Setelah lulus Akpol, Suyudi mendapat sejumlah penugasan di lingkungan Brimob sebelum banyak berkarier di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Ia pernah menjadi penyidik dan menempati sejumlah jabatan di fungsi reserse, antara lain Kanit Jatanras Polda Metro Jaya dan Kanit Resmob Bareskrim Polri.

Karier kewilayahannya kemudian dimulai dengan menjabat Kapolsek Metro Pasar Minggu pada 2004, Kapolsek Metro Tanah Abang pada 2012, dan Kapolsek Metro Penjaringan pada 2013.

Baca Juga:  50 Pati Polri Naik Pangkat, Roycke Harry Langie Jadi Komjenpol, Ini Daftarnya

Setelah itu, Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka pada 2014, Kapolres Bogor pada 2015, Kapolresta Bogor Kota pada 2016, serta Kapolres Metro Jakarta Pusat pada 2017.

Masuk Jajaran Bareskrim Polri

Pada 2017, Suyudi mendapat penugasan di Bareskrim Polri. Ia antara lain menjabat Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus dan Wakil Direktur Tindak Pidana Siber.

Pada 2019, ia kembali ke Polda Metro Jaya sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum. Posisi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan kariernya di bidang penegakan hukum.

Salah satu perkara yang berada dalam lingkup penanganannya adalah penyidikan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan.

Saat itu, Suyudi menyatakan akan melanjutkan penanganan perkara yang sebelumnya telah dikerjakan jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Menjadi Wakapolda Metro Jaya

Pada 2023, Suyudi dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya. Setahun kemudian, tepatnya 26 Juni 2024, ia dipromosikan menjadi Kapolda Banten dengan pangkat Inspektur Jenderal Polisi.

Baca Juga:  Imigrasi Cegah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ke Luar Negeri Terkait Kasus Korupsi

Selama memimpin Polda Banten, Suyudi mencatat penanganan 4.155 perkara pidana sepanjang 2024. Dari jumlah tersebut, 3.509 perkara berhasil diselesaikan.

Kasus yang ditangani mencakup kejahatan konvensional, ekonomi, narkotika, hingga tindak pidana berbasis internet. Polda Banten juga mengungkap 718 perkara narkotika dengan 991 tersangka sepanjang 2024.

Dipercaya Memimpin BNN

Perjalanan Suyudi di Polda Banten berlanjut hingga Agustus 2025. Ia kemudian menjadi perwira tinggi Bareskrim Polri dengan penugasan di luar struktur sebelum dipercaya memimpin BNN.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kepala BNN pada 25 Agustus 2025 menggantikan Komjenpol Martinus Hukom. Setelah itu, pangkatnya naik menjadi Komisaris Jenderal Polisi pada September 2025.

Saat memimpin BNN, Suyudi terlibat dalam pengungkapan jaringan narkotika internasional yang berkaitan dengan penyelundupan sekitar dua ton sabu pada Desember 2025.

Dalam operasi tersebut, aparat menangkap Dewi Astutik alias PA di Sihanoukville, Kamboja. Narkotika yang terkait perkara itu diperkirakan bernilai sekitar Rp5 triliun.

Baca Juga:  Mutasi dan Rotasi Jabatan Polri: Dankorbrimob Berganti, 6 Kapolda Digantikan

Pendidikan dan Penghargaan

Di bidang pendidikan, Suyudi menyelesaikan PTIK pada 2003 dan memiliki gelar Sarjana Ilmu Kepolisian (S.I.K), Sarjana Hukum, serta Magister Sains.

Ia juga memperoleh gelar Doktor Honoris Causa di bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanegara pada 31 Januari 2026. Selain itu, Suyudi merupakan penerima Bintang Bhayangkara Nararya.

Dari Kepala BNN ke Kursi Kapolri

Setelah lebih dari tiga dekade menjalani berbagai penugasan, Suyudi diajukan sebagai calon Kapolri untuk menggantikan Listyo Sigit Prabowo.

Suyudi menjalani uji kepatutan dan kelayakan di Komisi III DPR RI. Pencalonannya kemudian disetujui DPR RI dalam Rapat Paripurna sebelum ia dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026.

Dengan pelantikan tersebut, Suyudi menjadi Kapolri ke-26. Perjalanan kariernya mencakup berbagai fungsi, mulai dari reserse, kapolsek, kapolres, jabatan strategis di Bareskrim dan Polda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala BNN.

Kini, pengalaman lebih dari tiga dekade tersebut menjadi bagian dari perjalanan Suyudi dalam memimpin Polri sebagai Kapolri baru. HUM/GIT

TAGGED: Akpol 1994, BNN, Kapolda Banten, Kapolri Suyudi, karier Suyudi, kepala bnn, listyo sigit, Polri, Prabowo, profil Kapolri, reserse Polri, Suyudi Ario, Suyudi Kapolri
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik di Dua Dinas Madiun, Kasus Maidi Makin Didalami
3 Oktober 2026
Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Jadi yang Terbaru
3 Oktober 2026
Baru Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Mutasi 19 Kapolda Termasuk Metro Jaya
3 Oktober 2026
Ahli Relawan Gibran Diusir dari Sidang MK, Dua Hakim Dilaporkan ke MKMK
3 Oktober 2026
MA Kabulkan Uji Pendapat DPRD, Bupati Gowa Sitti Husniah Terancam Dimakzulkan
3 Oktober 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik di Dua Dinas Madiun, Kasus Maidi Makin Didalami
3 Oktober 2026
Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Jadi yang Terbaru
3 Oktober 2026
Baru Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Mutasi 19 Kapolda Termasuk Metro Jaya
3 Oktober 2026
Ahli Relawan Gibran Diusir dari Sidang MK, Dua Hakim Dilaporkan ke MKMK
3 Oktober 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Sita Dokumen dan Bukti Elektronik di Dua Dinas Madiun, Kasus Maidi Makin Didalami

Hukum

Daftar 26 Kapolri dari Masa ke Masa, Suyudi Ario Seto Jadi yang Terbaru

Hukum

Baru Sehari Jadi Kapolri, Suyudi Mutasi 19 Kapolda Termasuk Metro Jaya

Hukum

Ahli Relawan Gibran Diusir dari Sidang MK, Dua Hakim Dilaporkan ke MKMK

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?