JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Direktorat Jenderal Imigrasi memperluas layanan kepada masyarakat melalui Pasporia serta membenahi internal organisasi dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jumat, 2 Oktober 2026.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko mengatakan, Pasporia atau Paspor Ceria menghadirkan layanan pengurusan paspor di luar hari kerja.
“Layanan jemput bola ini menghadirkan pengurusan paspor di ruang publik seperti car free day (CFD), dan berbagai event, sehingga masyarakat memiliki layanan yang lebih fleksibel dan nyaman,” kata Hendarsam.
Selain memperluas layanan, kebijakan keimigrasian terus dievaluasi dan diadaptasi agar sejalan dengan kebutuhan pembangunan nasional.
Dari sisi internal, pembenahan menjadi bagian penting dalam agenda perubahan di tubuh Imigrasi.
“Dari sisi internal, Imigrasi harus inklusif dan siap bekerja sama bahu-membahu dengan kementerian dan lembaga terkait. Kami harus menghilangkan ego sektoral, karena ego sektoral adalah ‘penyakit’ yang telah lama memperlambat akselerasi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Menurut Hendarsam, perbaikan internal menjadi prioritas tanpa mengesampingkan kerja sama lintas sektoral.
“Kami berkomitmen untuk men-support kerja sama ini secara aktif, dan langkah perbaikan tersebut setidaknya dimulai dari internal kami terlebih dahulu,” ucapnya.
Sepanjang 2026, kinerja Imigrasi juga tercermin dari peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Hingga September 2026, realisasi PNBP Ditjen Imigrasi mencapai Rp 8,18 triliun atau 96 persen dari target Rp 8,52 triliun.
Angka tersebut tumbuh 6,03 persen secara year on year (YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 7,71 triliun.
Kontribusi terbesar berasal dari layanan visa sebesar 54,74 persen atau sekitar Rp 4,48 triliun, disusul layanan paspor 24,59 persen atau sekitar Rp 2,01 triliun, izin keimigrasian 17,54 persen atau sekitar Rp 1,43 triliun, serta PNBP keimigrasian lainnya 3,13 persen atau Rp 256,33 miliar.
“Kami menyadari bahwa ke depannya tantangan akan selalu ada. Terutama dari pihak-pihak atau kaki tangan asing yang tidak suka akan Imigrasi Indonesia yang semakin baik. Namun, kami berupaya semaksimal mungkin untuk mengantisipasi segala bentuk serangan, fitnah, disinformasi, demi Imigrasi yang semakin berintegritas, dan Indonesia berdaulat,” kata Hendarsam. HUM/GIT


