MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

PSI Balas PDI-P Soal Jokowi Injak Kepala Kerbau di Lampung, Tegaskan Prosesi Adat Penghormatan

Publisher: Redaktur 29 Juni 2026 3 Min Read
Share
Presiden ke-7 RI Joko Widodo saat mengikuti prosesi adat di Lampung yang menjadi sorotan publik.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id  – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus menanggapi pernyataan PDI-P terkait prosesi adat Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang menginjak kepala kerbau di Lampung, Senin 29 Juni 2026.

Menurut Bestari, pemaknaan yang menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penghinaan terhadap adat budaya Lampung adalah tidak tepat.

“Saya kira itu menghinakan adat budaya gitu loh. Itu kan menghina prosesi adat budaya Lampung. Tapi mudah-mudahan masyarakat Lampung menyikapinya dengan bijak lah dan semakin mengetahui betapa mereka sedang berhadapan dengan orang-orang yang tidak paham adat Lampung tapi ngomong-ngomong adat Lampung,” kata Bestari kepada wartawan.

Baca Juga:  Jokowi Dipecat PDI-P, NasDem: Kami Terbuka Terima Siapa Saja

Ia menjelaskan bahwa prosesi menginjak kepala kerbau tersebut merupakan bagian dari adat istiadat Lampung sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi yang dilakukan oleh pimpinan adat.

“Iya itu adalah sebuah prosesi adat istiadat Lampung dari beberapa kerajaan itu ya, kerajaan adat itu mereka memberikan penghargaan kepada Pak Jokowi dengan ritual yang memang telah dilaksanakan sebelum adanya PDIP di republik ini,” ucapnya.

Bestari juga menyoroti pernyataan Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira yang mempertanyakan makna dan kualitas prosesi tersebut. Ia menilai setiap tokoh publik tidak semestinya menghakimi hal yang bukan menjadi pemahamannya.

“Karena apa? Karena dia coba membuat standar ya, mencoba membuat standar begini loh berpartai, kalau orang yang tokoh harus begini loh. Lah emang dia siapa gitu kok menentukan arah langkah orang gitu,” ujarnya.

Baca Juga:  Kepastian Jumlah Menteri di Era Prabowo Bertambah

Ia menambahkan bahwa PDI-P seharusnya tidak terus mengomentari Jokowi jika memang dilandasi ketidaksukaan, melainkan melakukan evaluasi internal.

“Kalau nggak suka ya sudah hindarin saja. Kalau kemudian luka, kecewa, dan merasa terdegradasi oleh ditinggalkan Pak Jokowi, ya berbenah dululah diri,” imbuhnya.

Bestari juga meminta Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri memberikan arahan kepada kader agar lebih menghormati budaya daerah di Indonesia.

“Semoga Bu Megawati bisa menasihati anak buahnya untuk lebih menghormati budaya masyarakat Indonesia di mana pun berada,” katanya.

Sebelumnya, PDI-P menanggapi viralnya momen Jokowi menginjak kepala kerbau dalam prosesi adat di Lampung dan menyebut mantan presiden tersebut “belum naik kelas” dalam pandangan politik tertentu.

Baca Juga:  Yang Hadir dan Absen di Open House Perdana Presiden Prabowo

Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menyatakan tidak memahami secara detail makna adat tersebut dan menegaskan bahwa lambang partai bukan kerbau, melainkan banteng moncong putih.

“Lambang PDI Perjuangan itu banteng moncong putih,” ujarnya. HUM/GIT

TAGGED: Andreas Hugo Pareira., Banteng Moncong Putih, Bestari Barus, Jokowi, kepala kerbau, Lampung, Partai Politik, PDI-P, politik indonesia, prosesi adat, PSI, viral jokowi
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

20 Perkara Masuk Meja MK, dari Posisi Satpam hingga Aturan Konsumsi Gula
29 September 2026
Jejak Kampus Silmy Karim dan Bagus Bramantyo Disorot, KPK Kejar Aliran Uang
29 September 2026
KPK Dalami Akses Augusz ke Internal BPK, Bobby Rizaldi Kembali Diperiksa
29 September 2026
Ombudsman Siap Buka Temuan Lapas Cibinong ke DPR, Komisi II Panggil Besok
29 September 2026
Kabag Tata Usaha Kanwil BPN Jawa Timur, Risdianto Prabowo Samodro
KPK Geledah Kanwil BPN Jatim, Manajemen Tegaskan Sikap Kooperatif
28 September 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

20 Perkara Masuk Meja MK, dari Posisi Satpam hingga Aturan Konsumsi Gula
29 September 2026
Jejak Kampus Silmy Karim dan Bagus Bramantyo Disorot, KPK Kejar Aliran Uang
29 September 2026
KPK Dalami Akses Augusz ke Internal BPK, Bobby Rizaldi Kembali Diperiksa
29 September 2026
Ombudsman Siap Buka Temuan Lapas Cibinong ke DPR, Komisi II Panggil Besok
29 September 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

20 Perkara Masuk Meja MK, dari Posisi Satpam hingga Aturan Konsumsi Gula

Imigrasi

Jejak Kampus Silmy Karim dan Bagus Bramantyo Disorot, KPK Kejar Aliran Uang

Korupsi

KPK Dalami Akses Augusz ke Internal BPK, Bobby Rizaldi Kembali Diperiksa

Pemasyarakatan

Ombudsman Siap Buka Temuan Lapas Cibinong ke DPR, Komisi II Panggil Besok

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?