GUADALUPE, Memoindonesia.co.id – Tunisia dikabarkan akan mengakhiri kerja sama dengan pelatih Sabri Lamouchi setelah menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026, Senin 15 Juni 2026.
Berdasarkan laporan The Athletic, Federasi Sepak Bola Tunisia disebut siap berpisah dengan Lamouchi meski pelatih berusia 54 tahun tersebut baru ditunjuk pada Januari 2026.
Keputusan itu mencuat setelah Tunisia menelan kekalahan memalukan saat menghadapi Swedia pada laga perdana Grup F Piala Dunia 2026, Senin 15 Juni 2026 pagi WIB.
Dalam pertandingan tersebut, Tunisia yang diperkuat Hannibal Mejbri dan kawan-kawan harus mengakui keunggulan Swedia dengan skor telak 1-5.
Apabila benar diberhentikan, Lamouchi akan mencatatkan rekor yang tidak diinginkan sebagai pelatih pertama yang dipecat setelah hanya memimpin satu pertandingan di putaran final Piala Dunia.
Bukan kali pertama Tunisia melakukan pergantian pelatih saat tampil di Piala Dunia. Pada edisi 1998, Tunisia juga memecat Henry Kasperczak setelah menelan dua kekalahan pada fase grup.
Kekalahan dari Swedia juga tercatat sebagai hasil terburuk Tunisia pada laga pembuka Piala Dunia. Sebelumnya, mereka belum pernah kalah dengan selisih gol sebesar itu pada pertandingan pertama.
Usai pertandingan, Lamouchi mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diraih timnya dan menilai Tunisia melakukan terlalu banyak kesalahan.
“Ini kekalahan yang berat. Rasanya menyakitkan. Memulai kompetisi dengan kekalahan seburuk ini memang sulit,” katanya.
“Dengan pemain kelas dunia yang dimiliki oleh dua penyerang Swedia, Viktor Gyokeres dan Alexander Isak, ini adalah sesuatu yang sulit untuk dipulihkan. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Kami memiliki harga diri. Kami harus bereaksi. Kami harus menampilkan citra yang lebih baik,” ungkapnya. HUM/GIT

