SEMARANG, Memoindonesia.co.id – Suasana Car Free Day (CFD) di jantung Kota Semarang, Minggu pagi, 24 Mei 2026, tak sekadar dipenuhi pelari dan pesepeda. Ada yang beda dan hadir di tengah-tengah gelaran CFD.
Di depan Bank Mandiri, Jalan Pahlawan, kawasan itu “berubah wajah” menjadi pusat layanan publik terpadu lewat program unik bertajuk “Si Semar Lapor Karcis” (Imigrasi Semarang Layanan Paspor dan Cek Kesehatan Gratis CFD).
Sejak pukul 05.30 WIB, warga sudah memadati lokasi, bukan hanya untuk berolahraga, tetapi juga memanfaatkan layanan cepat dan praktis yang dihadirkan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang. Hingga pukul 09.00 WIB, layanan berjalan tertib, lancar, dan penuh antusiasme.
Dalam satu titik layanan, masyarakat bisa langsung mengurus paspor baru maupun penggantian paspor, menggali informasi keimigrasian, hingga menikmati layanan cek kesehatan gratis dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. Tak hanya itu, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) oleh Dinas Dukcapil juga turut melengkapi kemudahan layanan di ruang terbuka ini.
Kuota layanan paspor sebanyak 20 permohonan walk-in langsung ludes diserbu pemohon. Sementara itu, layanan cek kesehatan dimanfaatkan 42 warga, dan aktivasi IKD melayani 24 orang.
Angka ini menjadi bukti bahwa konsep “jemput bola” di ruang publik benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat urban yang serba cepat.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan, bersama jajaran pejabat terkait.
Ia mengapresiasi inovasi pelayanan yang dinilai mampu menggabungkan gaya hidup sehat dengan kemudahan akses layanan publik.
“Program ini semoga membawa berkah bagi masyarakat. Jadi, selesai olahraga, masyarakat bisa langsung mengurus paspor sekaligus cek kesehatan tanpa harus repot,” ujar Haryono.
Melalui “Si Semar Lapor Karcis”, Imigrasi Semarang menunjukkan bahwa pelayanan publik tak lagi harus kaku dan terbatas di kantor. Dengan pendekatan kolaboratif dan turun langsung ke tengah masyarakat, layanan keimigrasian kini hadir lebih dekat, cepat, dan relevan dengan kebutuhan warga masa kini.
CFD pun tak lagi sekadar ruang olahraga, tetapi menjelma menjadi ruang layanan—tempat di mana urusan administrasi bisa selesai sambil tetap menjaga gaya hidup sehat. HUM/BAD

