SEMARANG, Memoindonesia.co.id — Birokrasi yang kerap dianggap berbelit tampaknya mulai dipatahkan. Dalam momentum peringatan HUT ke-479 Kota Semarang, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang kembali menggulirkan layanan “Si Semar Paling Paten” pada Sabtu (2/5/2026), sebuah langkah jemput bola yang langsung menyasar kebutuhan warga.
Alih-alih menunggu masyarakat datang ke kantor, imigrasi justru turun langsung ke wilayah. Bertempat di Kantor Kecamatan Tembalang, layanan dibuka mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, waktu yang jelas menyasar mereka yang selama ini terhambat jam kerja.
Hasilnya tak main-main. Sebanyak 108 permohonan langsung terlayani dalam waktu singkat. Rinciannya, 29 permohonan paspor baru, 29 penggantian paspor, serta 50 layanan informasi.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal kuat bahwa akses layanan yang dekat dan fleksibel memang dibutuhkan masyarakat.
Tak hanya ramai, pelayanan juga berjalan mulus tanpa hambatan berarti. Alur yang tertata dan kesiapan petugas menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa cepat tanpa mengorbankan kualitas.
Kepala Bidang Dokumen Perjalanan dan Izin Tinggal Keimigrasian, Putu Agus Eka Putra, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar seremoni tahunan.
“Melalui Si Semar Paling Paten, kami ingin memastikan layanan keimigrasian hadir lebih dekat, lebih mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang tak punya waktu di hari kerja. Ini komitmen kami untuk terus meningkatkan kepuasan publik,” tegasnya.
Program ini sekaligus menjadi pengingat: ketika pelayanan dipermudah dan didekatkan, masyarakat tak lagi ragu untuk datang. Kini, tantangannya sederhana, konsistensi. Sebab yang dibutuhkan publik bukan sekadar program sesaat, melainkan layanan prima yang berkelanjutan. HUM/BAD

