JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menemui sejumlah tokoh nasional untuk menyampaikan kondisi negaranya di tengah konflik Timur Tengah, Jumat 3 April 2026.
Boroujerdi tercatat telah bertemu Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla di kediamannya di Jakarta Selatan pada awal Maret lalu.
Selain itu, ia juga menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Dalam pertemuan tersebut, Megawati menyampaikan pesan kepada pimpinan tertinggi Iran serta mendorong peran aktif Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam menghentikan konflik.
“Bung Karno juga menegaskan pentingnya revitalisasi PBB agar bisa menjadi lembaga dunia yang berwibawa, mampu menegakkan keadilan, serta menjadi wadah yang setara bagi negara-negara di dunia,” kata Megawati.
Megawati juga berharap PBB dapat berperan aktif menghentikan invasi sepihak dan menyelesaikan konflik melalui dialog konstruktif.
Sementara itu, pada 1 April 2026, Boroujerdi menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo untuk menyampaikan perkembangan terkini kondisi Iran pascaserangan Amerika Serikat dan Israel.
“Dalam kesempatan ini juga saya menyampaikan laporan berkaitan dengan kondisi terakhir ketika negara kami diserang oleh Zionis Israel dan Amerika Serikat,” ujar Boroujerdi.
Ia juga mengenang hubungan bilateral Indonesia dan Iran, termasuk pertemuan Jokowi dengan Ayatollah Ali Khamenei serta kunjungan Presiden Iran Ebrahim Raisi ke Indonesia pada 2023.
Selain itu, Boroujerdi menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian di Lebanon dan menilai tindakan Israel tidak mematuhi hukum internasional.
Dalam kesempatan terpisah, Joko Widodo menegaskan pertemuan tersebut tidak membahas negosiasi pembukaan Selat Hormuz bagi kapal Indonesia.
“Ya tadi saya menyampaikan banyak hal, tetapi itu urusan pemerintah ya,” kata Jokowi.
Ia menambahkan pertemuan tersebut bertujuan menjaga hubungan antarnegara serta memperkuat kerja sama ekonomi dan stabilitas geopolitik.
Selain tokoh nasional, Boroujerdi juga bertemu sejumlah tokoh Muslim, termasuk Din Syamsuddin, guna mengajak persatuan umat Islam serta mendorong perdamaian.
“Saya juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah Republik Indonesia yang menyatakan kesediaannya untuk menjembatani terwujudnya perdamaian,” ucapnya.
Boroujerdi menjelaskan kunjungannya ke berbagai tokoh sebagai bentuk balasan atas dukungan dan belasungkawa yang diberikan kepada Iran, sekaligus menyampaikan informasi terkini terkait kondisi negaranya.
“Oleh karena itu, saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran sudah selayaknya membalas dengan menyampaikan rasa terima kasih serta memberikan apresiasi,” tuturnya. HUM/GIT

