JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel mulai berdampak pada perekonomian sejumlah negara yang kemudian menerapkan kebijakan penghematan energi untuk mengantisipasi krisis, Kamis 12 Maret 2026.
Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan berbagai langkah efisiensi mulai dari pengurangan aktivitas perkantoran hingga pembatasan penggunaan bahan bakar.
Di Pakistan, Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengumumkan kebijakan penghematan yang berdampak luas pada sektor pendidikan dan pemerintahan.
Mulai pekan depan, seluruh sekolah di Pakistan akan ditutup selama dua minggu sehingga berdampak pada sekitar 40 juta siswa.
Perguruan tinggi dan universitas juga akan menjalankan kegiatan perkuliahan secara daring selama periode tersebut.
Selain itu, kantor pemerintah kecuali sektor perbankan hanya akan beroperasi empat hari dalam sepekan.
Separuh pegawai negeri juga diminta bekerja dari rumah sebagai bagian dari kebijakan penghematan energi.
Pemerintah Pakistan juga memangkas jatah bahan bakar kendaraan dinas hingga setengahnya selama dua bulan, kecuali untuk ambulans dan bus umum.
Pembelian kendaraan dinas baru juga ditangguhkan hingga Juni 2026.
Di tingkat pejabat, para menteri kabinet dan penasihat pemerintah sepakat melepaskan gaji dan tunjangan mereka.
Anggota legislatif federal maupun daerah juga diharapkan memotong gaji secara sukarela sebesar 25 persen.
Pemerintah bahkan melarang penyelenggaraan pesta makan malam buka puasa selama Ramadan.
Pakistan juga menaikkan harga bensin dan solar sebesar 55 rupee per liter yang menjadi kenaikan terbesar dalam sejarah negara tersebut.
“Untuk menstabilkan ekonomi, kami telah mengambil keputusan-keputusan sulit,” kata Shehbaz Sharif dalam pidato yang disiarkan televisi.
Sementara itu di Thailand, Perdana Menteri Anutin Charnvirakul memerintahkan pegawai negeri bekerja dari rumah mulai Selasa 10 Maret 2026.
Kebijakan tersebut tidak berlaku bagi pegawai yang harus memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah Thailand juga mengatur suhu pendingin ruangan di kantor antara 26 hingga 27 derajat Celsius.
Pegawai juga diminta mengenakan kemeja lengan pendek sebagai pengganti pakaian formal untuk mengurangi penggunaan pendingin ruangan.
Pemerintah juga mengimbau agar lampu dan peralatan listrik dimatikan saat tidak digunakan serta mendorong penggunaan tangga daripada lift.
Perjalanan dinas ke luar negeri juga ditangguhkan untuk sementara waktu.
Pemerintah Thailand juga mengimbau masyarakat melakukan carpooling untuk menghemat penggunaan bahan bakar.
Jika kondisi memburuk, pemerintah berencana meredupkan papan iklan di pusat perbelanjaan, bioskop dan gedung komersial.
Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan menutup SPBU pada pukul 22.00.
Thailand diketahui memiliki cadangan energi yang diperkirakan cukup untuk sekitar 95 hari ke depan.
Sementara itu, Bangladesh juga mengambil langkah darurat dengan menutup seluruh universitas negeri maupun swasta untuk menghemat energi.
Penutupan tersebut dilakukan bersamaan dengan percepatan libur Idulfitri.
Pemerintah Bangladesh menilai kampus universitas mengonsumsi listrik dalam jumlah besar untuk operasional asrama, ruang kelas, laboratorium hingga pendingin ruangan.
Langkah ini juga diharapkan dapat mengurangi kemacetan lalu lintas yang selama ini menyebabkan pemborosan bahan bakar.
Bangladesh sendiri sangat bergantung pada impor energi hingga sekitar 95 persen dari total kebutuhan nasional.
Pemerintah bahkan telah memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar harian setelah terjadi panic buying dan penimbunan.
Krisis gas yang terjadi juga memaksa empat dari lima pabrik pupuk milik negara menghentikan operasinya.
Pasokan gas yang tersisa dialihkan untuk pembangkit listrik guna mencegah pemadaman massal.
Di Vietnam, pemerintah juga mengambil langkah darurat dengan menghapus tarif impor bahan bakar hingga akhir April 2026.
Kementerian Perdagangan Vietnam juga meminta perusahaan mendorong karyawan bekerja dari rumah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan bahan bakar.
Sejak akhir bulan lalu, harga bensin di Vietnam naik sekitar 32 persen, solar 56 persen dan minyak tanah meningkat hingga 80 persen.
Antrean panjang kendaraan bahkan terlihat di sejumlah SPBU di Hanoi akibat lonjakan permintaan bahan bakar.
Perdana Menteri Pham Minh Chinh juga menghubungi para pemimpin Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab untuk mengamankan pasokan energi bagi negaranya. HUM/GIT


