SOLO, Memoindonesia.co.id – Kediaman Presiden RI ke-7 Joko Widodo di Jalan Kutai Utara No 1 ditandai sebagai Tembok Ratapan Solo di Google Maps dan viral di media sosial, Rabu 18 Februari 2026.
Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie menilai pemberian nama tersebut oleh netizen sebagai bentuk kreativitas.
“He he he, baru dengar saya. Memang kreatif netizen kita,” kata Grace, Rabu 18 Februari 2026.
Ia menuturkan rumah Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung yang ingin bertemu, bersalaman, maupun berfoto setelah purnatugas sebagai presiden.
“Rumah Pak Jokowi memang tidak pernah sepi pengunjung, selalu saja ada warga yang ingin bertemu Bapak, untuk salaman, berfoto, melepas kangen karena Bapak sudah purnatugas,” tuturnya.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa Jokowi dicintai masyarakat.
“Ini bukti nyata bahwa beliau memang dicintai masyarakat,” ucapnya.
Sementara itu, nama Tembok Ratapan Solo muncul di Google Maps pada lokasi rumah Jokowi di Solo, Jawa Tengah. Fenomena tersebut juga diperkuat dengan beredarnya video seorang pemuda yang beraksi seolah meratap di depan gerbang rumah dan dibagikan akun Instagram @indopium, Senin 16 Februari 2026.
“Tembok Ratapan di Solo kini jadi salah satu spot paling hype buat anak muda Gen Z,” tulis akun tersebut.
Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, mengaku sudah mengetahui penamaan unik tersebut di platform digital, namun belum memastikan apakah Jokowi telah mengetahuinya.
“Ya, saya sudah tahu. Enggak tahu Bapak sudah tahu apa belum ya,” katanya saat dihubungi.
Ketika ditanya kemungkinan meminta perubahan nama di Google Maps, Syarif enggan berkomentar dan mengaku tidak merasa tersinggung dengan label tersebut. HUM/GIT


