MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Wali Kota Denpasar Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Presiden Prabowo Terkait Penonaktifan BPJS PBI

Publisher: Redaktur 15 Februari 2026 2 Min Read
Share
Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara memberikan klarifikasi terkait data kepesertaan BPJS PBI.
Ad imageAd image

DENPASAR, Memoindonesia.co.id – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengklarifikasi pernyataan tentang penonaktifan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan yang sempat menyeret nama Presiden, Minggu 15 Februari 2026.

Jaya Negara menyampaikan permohonan maaf dan mengakui adanya kekeliruan dalam menyebutkan dasar aturan penonaktifan 24.401 penerima manfaat di Kota Denpasar tersebut.

Ia menjelaskan bahwa aturan yang dimaksud seharusnya adalah Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Sejujurnya sedikit pun tidak ada niat kami seperti itu. Maksud kami adalah Bapak Presiden mengeluarkan Instruksi Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN yang mana bertujuan meningkatkan akurasi data agar lebih tepat sasaran efektif dan efisien,” ujar Jaya Negara.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Dikabarkan Lantik Sejumlah Pejabat Siang Ini

Menurutnya, Keputusan Menteri Sosial Nomor 4 Poin C menyebutkan bahwa PBI Jaminan Kesehatan hanya menggunakan data Desil 1 sampai 5.

Hal tersebut menyebabkan terjadinya penonaktifan terhadap penerima manfaat kategori Desil 6 sampai 10 di wilayah Kota Denpasar.

Pemerintah Kota Denpasar kemudian berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar warga yang dinonaktifkan dapat diaktifkan kembali menggunakan dana APBD.

Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen daerah dalam mendukung kebijakan pusat sekaligus menjamin layanan kesehatan bagi masyarakat.

“Sehingga masyarakat kami tetap mendapatkan pelayanan BPJS kesehatan di Kota Denpasar,” imbuh Jaya Negara.

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf sebelumnya telah meminta agar pernyataan yang menyebut penonaktifan tersebut atas perintah Presiden segera ditarik.

Baca Juga:  Adies Kadir Dukung Prabowo Tuntaskan Korupsi Lewat RUU Perampasan Aset

Gus Ipul menilai pernyataan tersebut menyesatkan karena fakta di lapangan menunjukkan tujuan Inpres adalah untuk akurasi data bukan penghapusan bantuan sepihak.

Pernyataan itu dinilai dalpat memicu kebingungan di tengah masyarakat karena informasi yang disampaikan jauh dari fakta yang sebenarnya. HUM/GIT

TAGGED: bpjs pbi, data sosial, jaminan kesehatan, Kementerian Sosial., klarifikasi berita, Layanan Kesehatan, permintaan maaf, Prabowo Subianto, Wali kota Denpasar
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Provinsi Banten Tahun 2026.
Ditjen Imigrasi Banten Perkuat Pimpasa, Desa Jadi Garda Depan Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia
26 Agustus 2026
Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Kepala BKN Respons Isu ASN Terancam Digantikan AI: Hanya Alat Bantu Kerja
26 Agustus 2026
Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu
26 Agustus 2026
Polisi Periksa 27 Saksi, Hasil Forensik Kematian Misterius Sutrimo Segera Terungkap
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu
26 Agustus 2026
Kepala BKN Respons Isu ASN Terancam Digantikan AI: Hanya Alat Bantu Kerja
26 Agustus 2026
Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu
26 Agustus 2026
Polisi Periksa 27 Saksi, Hasil Forensik Kematian Misterius Sutrimo Segera Terungkap
26 Agustus 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Banten Barron Ichsan memberikan sambutan dalam Bimbingan Teknis Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) Provinsi Banten Tahun 2026.
Headlines

Ditjen Imigrasi Banten Perkuat Pimpasa, Desa Jadi Garda Depan Cegah TPPO dan Penyelundupan Manusia

Pemerintahan

Menteri PANRB Tegaskan AI Tak Bisa Gantikan ASN: Teknologi Hanya Alat Bantu

Pemerintahan

Kepala BKN Respons Isu ASN Terancam Digantikan AI: Hanya Alat Bantu Kerja

Hukum

Revaldo Ditangkap Lagi Kasus Narkoba, Polisi Sita 3 Plastik Bekas Sabu

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?