MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

Mendagri Lepas 1.138 Praja IPDN Bantu Pemulihan Bencana Aceh Tamiang

Publisher: Redaktur 4 Januari 2026 4 Min Read
Share
Mendagri lepas 1138 taruna IPDN untuk pulihkan Aceh.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian melepas sebanyak 1.138 praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pemulihan wilayah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.

Pelepasan praja IPDN tersebut dilakukan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Banten, Sabtu 3 Januari 2026. Penugasan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar siswa sekolah kedinasan diterjunkan ke lokasi bencana sesuai dengan keahlian masing-masing.

Mendagri Tito Karnavian mengatakan, arahan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat keduanya berdiskusi cukup lama mengenai penanganan dan pemulihan bencana.

Salah satu poin yang ditekankan Presiden ialah keterlibatan sekolah kedinasan dalam membantu daerah terdampak secara langsung.

“Saya bertemu dan berdiskusi cukup lama dengan Bapak Presiden membahas situasi bencana. Salah satu yang beliau sampaikan, bagus juga kalau sekolah-sekolah kedinasan lainnya bisa turun langsung ke daerah bencana,” ujar Tito.

Baca Juga:  Blegur Prijanggono Ditunjuk Partai Golkar sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur

Tito menjelaskan, praja IPDN tidak hanya melakukan kerja bakti, tetapi juga membantu menghidupkan kembali sistem pemerintahan dan layanan publik yang sempat terganggu akibat bencana.

Menurutnya, penugasan ini menjadi solusi saling menguntungkan, baik bagi daerah terdampak maupun bagi praja IPDN.

“Saya sampaikan ini win-win solution. Praja IPDN membantu membersihkan, membangkitkan pemerintahan, sekaligus ini menjadi bagian dari kurikulum dan penilaian mereka,” katanya.

Ia menilai keterlibatan sekolah kedinasan sangat strategis karena para taruna dan praja memiliki spesialisasi keilmuan yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Selain membantu pemulihan daerah, penugasan ini juga memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik.

“Misalnya sekolah kedinasan perhubungan bisa melihat langsung dampak bencana terhadap bandara atau pelabuhan. Sekolah kedinasan KKP bisa membantu di wilayah pesisir dan nelayan terdampak,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Bener Meriah Bantah Isu Hilangnya 80 Ton Bantuan Logistik

Presiden Prabowo Subianto, lanjut Tito, memberikan apresiasi atas pengiriman praja IPDN ke Aceh Tamiang. Presiden bahkan membuka peluang agar masa penugasan diperpanjang apabila masih dibutuhkan di lapangan.

“Beliau tanya berapa lama? Saya jawab sebulan. Presiden bilang, kalau perlu diperpanjang, perpanjang,” ucap Tito.

Selain itu, Presiden juga menekankan pentingnya percepatan pemulihan infrastruktur dasar, seperti jembatan, jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan, serta tempat pengungsian di wilayah terdampak bencana.

Aceh Tamiang diprioritaskan karena tingkat kerusakannya dinilai paling berat dibanding daerah lain yang terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Tito menyebut indikator utama pemulihan daerah adalah berjalannya pemerintahan dan pulihnya aktivitas ekonomi masyarakat.

“Dua indikator utama pemulihan itu pemerintahan berjalan normal dan ekonomi hidup kembali. Di Aceh Tamiang, dua minggu lalu dua-duanya belum berjalan optimal,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo Tegur Paspampres Saat Kunjungi Posko Pengungsian Banjir Aceh Tamiang

Para praja IPDN akan bertugas selama satu bulan dengan membawa perlengkapan kerja sendiri, seperti sekop dan cangkul, serta logistik pribadi.

Mereka akan membersihkan kantor pemerintahan, mendampingi aparatur sipil negara (ASN) daerah yang terdampak, dan membantu mengaktifkan kembali layanan publik.

“Senjata mereka itu bukan senjata apa-apa, tapi alat pembersih. Kita ingin pemerintahan kabupaten bisa segera berjalan normal,” tegas Tito.

Selain itu, praja IPDN juga akan membantu pemulihan lebih dari 200 desa yang belum beroperasi optimal akibat bencana.

Penugasan ini menjadi bagian dari kurikulum IPDN dalam bentuk kuliah kerja nyata (KKN) dan masuk dalam penilaian akademik.

“Ini kuliah kerja nyata yang betul-betul nyata. Mereka berhadapan langsung dengan masalah riil di lapangan dan ini jadi pengalaman luar biasa bagi mereka,” pungkasnya. HUM/GIT

TAGGED: aceh tamiang, bencana aceh, IPDN, Mendagri, praja IPDN
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ad imageAd image

BERITA TERKINI

KPK Periksa Sejumlah Pihak di Polres Pemalang Usai OTT Bupati Anom Widiyantoro
29 Juli 2026
Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 Digelar 31 Juli, Lima Polisi Teladan Segera Diumumkan
29 Juli 2026
KPK Buka Peluang Periksa Eks Gubernur BI Perry Warjiyo di Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR
29 Juli 2026
19 Calon Hakim Agung Lolos Uji Kesehatan dan Kepribadian, Albertina Ho Tersingkir
29 Juli 2026
KPK OTT Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, Status Hukum Segera Diumumkan
29 Juli 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

KPK Periksa Sejumlah Pihak di Polres Pemalang Usai OTT Bupati Anom Widiyantoro
29 Juli 2026
Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 Digelar 31 Juli, Lima Polisi Teladan Segera Diumumkan
29 Juli 2026
KPK Buka Peluang Periksa Eks Gubernur BI Perry Warjiyo di Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR
29 Juli 2026
19 Calon Hakim Agung Lolos Uji Kesehatan dan Kepribadian, Albertina Ho Tersingkir
29 Juli 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Korupsi

KPK Periksa Sejumlah Pihak di Polres Pemalang Usai OTT Bupati Anom Widiyantoro

Headlines

Malam Puncak Hoegeng Awards 2026 Digelar 31 Juli, Lima Polisi Teladan Segera Diumumkan

Korupsi

KPK Buka Peluang Periksa Eks Gubernur BI Perry Warjiyo di Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR

Hukum

19 Calon Hakim Agung Lolos Uji Kesehatan dan Kepribadian, Albertina Ho Tersingkir

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?