MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Hukum
  • Ekbis
  • Pendidikan
  • Seni Budaya
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Indeks
MemoIndonesia.co.id
  • Beranda
  • Nasional
  • Pemerintahan
  • Politik
  • Ekbis
  • Hukum
  • Gaya Hidup
  • Foto
  • Indeks
Search
  • Kategori Berita
    • Nasional
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Pendidikan
    • Ekbis
    • Seni Budaya
    • Olahraga
    • Religi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
  • Link Terkait
    • Redaksi
    • Tentang Kami
    • Kontak
    • Disclaimer
    • Privacy Policy
    • Pedoman Media Siber
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2023 - MemoIndonesia.co.id

PDI-P Tak Terima Megawati Diseret Isu Ijazah Jokowi, Dukung Langkah Hukum Demokrat

Publisher: Redaktur 1 Januari 2026 3 Min Read
Share
Ketua DPP PDI Perjuangan Deddy Sitorus.
Ad imageAd image

JAKARTA, Memoindonesia.co.id – Ketua DPP PDI Perjuangan (PDI-P) Deddy Sitorus menyatakan keberatan atas penyeretan nama Ketua Umum PDI-P sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dalam polemik tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

Deddy menilai penyeretan nama Megawati muncul sebagai upaya pengalihan isu oleh pihak-pihak yang merasa terdesak akibat polemik ijazah tersebut.

Hal itu disampaikan Deddy menanggapi pernyataan politikus Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa terganggu karena dikaitkan dengan isu tersebut hingga dianggap berkolaborasi dengan Megawati.

“Hal itu merupakan upaya pihak yang merasa tersudut terkait isu ijazah palsu untuk mengalihkan perhatian publik, seolah-olah dizalimi secara politik. Padahal, sejak Pemilu 2014, kelompok yang meributkan isu ini adalah pihak-pihak yang berseberangan dengan Presiden Jokowi,” ujar Deddy kepada wartawan, Rabu 31 Desember 2025.

Baca Juga:  Pramono Anung dan Rano Karno Resmi Daftar Cagub-Cawagub Jakarta, Intip Harta Kekayaan Mereka

Anggota Komisi II DPR RI itu menegaskan persoalan ijazah merupakan ranah hukum dan etika, bukan isu politik. Oleh karena itu, ia menilai wajar dan pantas jika Partai Demokrat menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang melontarkan tudingan tersebut.

“Masalah ijazah adalah urusan hukum dan etika, bukan politik. Sangat wajar jika dibawa ke ranah hukum agar persoalan ini menjadi terang benderang dan menimbulkan efek jera,” tegasnya.

Deddy juga menepis anggapan bahwa Megawati terbiasa bermain di belakang layar dalam dinamika politik. Menurutnya, Megawati dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi sikap kesatria.

“Bukan kelas Ibu Megawati untuk bermain politik di belakang. Jalan politik beliau adalah jalan kesatria, bukan meminjam tangan atau mulut orang lain untuk menyerang pihak tertentu. Itu perilaku pengecut,” ucapnya.

Baca Juga:  Eks Sekdaprov Jatim 'Tendang' Arteria Dahlan dari Kursi Senayan

Sebelumnya, Andi Arief menyatakan SBY merasa terganggu karena namanya dikaitkan dengan isu ijazah palsu Jokowi. Ia menyebutkan SBY mempertimbangkan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyeret namanya.

Dalam keterangan video yang disampaikan Rabu 31 Desember 2025, Andi Arief mengaku baru-baru ini bertemu dengan SBY. Menurutnya, SBY sama sekali tidak terlibat dalam isu ijazah Jokowi dan merasa dirugikan oleh tudingan tersebut.

“Saya bertemu Pak SBY beberapa hari lalu. Pak SBY cukup terganggu karena tidak benar jika disebut berada di balik isu ijazah palsu atau berkolaborasi dengan Ibu Megawati,” kata Andi Arief.

Ia menambahkan, tudingan tersebut disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim di media sosial yang telah diketahui afiliasinya. Menurut Andi Arief, fitnah tersebut sangat mengganggu dan berpotensi menyesatkan publik. HUM/GIT

Baca Juga:  Tolak Usulan PDIP Bahwa Polri Dibawah Kemendagri, Adies Kadir: Menyebabkan Kebingungan dan Banyak Buang Waktu
TAGGED: Deddy Sitorus, ijazah jokowi, Megawati Soekarnoputri, Partai Demokrat, PDI-P
Share this Article
Facebook Twitter Pinterest Whatsapp Whatsapp Print
What do you think?
Love0
Sad0
Happy0
Sleepy0
Angry0
Wink0
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERKINI

BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya Picu Stroke hingga Gagal Ginjal
23 Mei 2026
Rekonstruksi Ungkap Badut Mojokerto Sempat Setubuhi Istri sebelum Bunuh Mertua
23 Mei 2026
PT DKI Jakarta Perkuat Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi
23 Mei 2026
Vonis Nurhadi Diperkuat PT DKI, KPK Harap Beri Efek Jera
23 Mei 2026
9 WNI Relawan Flotilla Tiba di Jakarta Minggu Sore setelah Dibebaskan Israel
23 Mei 2026
Ad imageAd image

NASIONAL

BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya Picu Stroke hingga Gagal Ginjal
23 Mei 2026
Rekonstruksi Ungkap Badut Mojokerto Sempat Setubuhi Istri sebelum Bunuh Mertua
23 Mei 2026
PT DKI Jakarta Perkuat Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi
23 Mei 2026
Vonis Nurhadi Diperkuat PT DKI, KPK Harap Beri Efek Jera
23 Mei 2026
Ad imageAd image

Baca Berita Lainnya:

Nasional

BPOM Temukan 22 Produk Herbal Berbahaya Picu Stroke hingga Gagal Ginjal

Hukum

Rekonstruksi Ungkap Badut Mojokerto Sempat Setubuhi Istri sebelum Bunuh Mertua

Korupsi

PT DKI Jakarta Perkuat Vonis 5 Tahun Penjara Eks Sekretaris MA Nurhadi

Korupsi

Vonis Nurhadi Diperkuat PT DKI, KPK Harap Beri Efek Jera

MemoIndonesia.co.id

Memo Indonesia adalah media online yang menyajikan beragam informasi dari seluruh sudut nusantara.

Quick Links
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
About US
  • Kontak
  • Tentang Kami
  • Karir
  • Redaksi

Copyright 2023 – MemoIndonesia.co.id

Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?